PALI, Sumselupdate.com – PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field mengaku bocornya pipa yang terletak di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI disebabkan adanya oknum tidak bertanggungjawab yang menggesek line pipa transfer minyak tersebut. Akibatnya, semburan minyak mencemari sungai dan kebun warga.
Dihubungi beberapa waktu lalu, Fery Prasetyo Wibowo, Asisten Maneger Legal and Relationship PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo mengaku bahwa pihaknya baru mengetahui adanya pipa yang bocor akibat disabotase pada tanggal 5 Maret lalu.
“Kita baru dapat kabar tanggal 5 Maret lalu. Pipa tersebut bocor akibat disabotase OTD,” jelasnya.
Untuk saat ini, pihaknya sudah melakukan pengkleman dan pembersihan limbah crude oil. “Namun, informasi dari lapangan bahwa saat ini telah dilakukan pengkleman pipa serta dilakukan pembersihan terhadap tumpahan minyak mentah tersebut,” ucapnya.
Untuk koordinasi dengan kepala desa setempat, Fery mendapat laporan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi ke kepala desa.
“Laporan yang saya terima, sudah ada koordinasi dengan kades. Namun, saya belum tahu kades yang mana. Karena saya tidak di lapangan pada saat itu. Nanti saya koordinasikan lagi. Namun, kalau koordinasi dengan pemilik lahan sudah kami lakukan,” ungkapnya saat dihubungi via telpon.
Sebelumnya, pipa minyak dan gas (migas) milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo yang berada di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI.
Lokasi bocornya line pipa transfer migas tersebut tepatnya di dalam kebun karet warga yang diketahui bernama Urik, warga Desa Setia Jaya Kecamatan Sungai Keruh kabupaten Muba.
Ditemui di lokasi kejadian, Heru Martin kepala Desa Talang Akar mengatakan warga mengetahui pipa bocor tersebut Kamis (2/3) pagi lalu saat warga sedang di kebun.
“Informasinya, pipa bocor yang diduga akibat sabotase orang tidak dikenal (OTD) itu terjadi pada Rabu (1/3) malam. Dan diketahui warga ketika kamis paginya. Semburan minyak mentah tersebut terkena kebun warga, dan sekitar 20 batang karet terkena semburan minyak tersebut,” jelas Heru. (adj)











