Pertama Kali, Kejari Palembang Menyerahkan RJ Kepada Terdakwa

Kejari Palembang, Sugiyanta SH MH, didampingi Kasi Pidum IGN Agung Ary Kesuma, menyerahkan langsung surat Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif, kepada terdakwa Aris (19).

Palembang, Sumselupdate.com – Kejari Palembang, Sugiyanta SH MH, didampingi Kasi Pidum IGN Agung Ary Kesuma, menyerahkan langsung surat Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif, kepada terdakwa Aris (19) terkait kasus penggelapan yang dilakukan terdakwa.

Kejari Palembang, Sugiyanta SH MH, mengatakan, sesuai perintah Jaksa Agung yang tertuang dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Read More

“Penyelesaian perkara dengan sistem keadilan Restoratif Justice itu sesuai perintah Jaksa Agung,” kata Kejari Palembang, didampingi Kasi Pidum Kejari Palembang IGN Agung Ari Kesuma SH MH, saat berikan surat tersebut di Polsek IB ll Palembang, Selasa (14/12/2021).

Ia juga mengatakan, pemberian RJ ini pertama kali dilakukan Kejari Palembang.

“Alasan penghentian penuntutan dari Kejari Palembang karena, pertama terdakwa baru pertama kali melakukan tindak pidana dan kedua tindak pidana diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun kemudian telah ada kesepakatan perdamaian antara korban dan terdakwa,” ungkapnya

Ia juga mengatakan, sebelum pelaksanaan RJ, pihak Kejari tertibkan surat perintah untuk memfasilitasi perdamaian antara terdakwa dan korban

“Proses damai antara terdakwa dan korban berjalan lancar, keluarga korban sepakat damai dengan syarat terdakwa harus mengganti kerugian korban,” katanya

Atas dasar itulah, lanjut Sugiyanta, pihak Kejari Palembang mengajukan RJ dan hasilnya pengajuan permintaan penghentian penuntutan atas perkara tersebut disetujui oleh Jampidum Kejaksaan RI.

“Artinya, dengan telah diterbitkannya RJ tersebut, maka proses penuntutan terhadap terdakwa Aris Juntela secara resmi telah dihentikan, dan berharap agar ia tidak mengulangi perbuatannya lagi serta menjadi warga negara yang taat hukum,” tukasnya.

Sementara itu Terdakwa Aris bersyukur dan berterima kasih kepada Kejari Palembang, atas RJ yang ia dapatkan.

Diketahui dalam struktur perkara terdakwa Aris Juntela ini terjadi pada sekira Agustus 2021 silam, dimana saat itu terdakwa Aris Juntela telah menggelapkan satu unit handphone milik korban yang tak lain adalah teman sejak kecil terdakwa dan dijual terdakwa seharga Rp 800 ribu, akibat kejadian tersebut korban M Refal mengalami kerugian mencapai Rp2 Juta. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.