Pernah Dilecehkan di Dalam Sel, Mantan Napi di OKU Selatan Ini Sodomi Bocah di Dalam Masjid

Tersangka Saipul Saputra, pelaku sodomi terhadap bocah diamankan petugas Satreskrim Polres OKU Selatan, Selasa (28/9/2021).

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Sungguh tak terpuji perbuatan yang seorang pemuda bernama Saipul Saputra (27). Pemuda yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung ini terpergok menyodomi bocah di dalam Masjid Baitul Mustaqim di Terminal Muaradua, OKU Selatan.

Read More

Korban kebiadaban pelaku itu berinisial D (8 tahun), warga Muaradua.

Beruntung, aksi pelaku dipergoki jamaah yang hendak shalat Dhuha di dalam masjid dan spotan pelaku berhasil diamankan, Selasa (28/9/2021) pagi.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha, SH, MH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara, SH membenarkan adanya tindak asusila sodomi terhadap bocah di bawah umur berinisial D.

“Benar hari ini Selasa (28/9/2021) tepatnya pada pukul 07.00 WIB pagi tadi telah diamankan tersangka atas nama Saipul Saputra yang sehari-hari berprofesi  pemulung yang kerap memulung di Masjid Baitul Mustaqim Muaradua. Tersangka ini terlihat rajin sehingga jamaah masjid dan pengurus mengizinkannya untuk tinggal di masjid tersebut,” kata Kasat.

Namun menurut Kasat, tersangka justru melakukan tindak asusila setelah sebelumnya ada jamaah yang curiga melihat horden pembatas untuk makmum wanita tertutup rapat. Setelah dibuka, ternyata tersangka sedang melakukan aksi bejatnya.

Tersangka Saipul Saputra, pelaku sodomi terhadap bocah diamankan petugas Satreskrim Polres OKU Selatan, Selasa (28/9/2021).

Atas perbuatan tersebut tersangka dikenai pasal 82 ayat 1 Uud 17 tahun 2016 atas perubahan kedua Uud 23 2002 Uud perlindungan anak JO 076 E.

Sementara itu, menurut pengakuan tersangka Saipul Saputra mengungkapkan aksi menyodomi D sudah dua kali dengan motif dimingi uang Rp5 ribu.

Menurut pria bertatto ini, bocah lima tahun itu sehari-hari belajar mengaji di Masjid Baitul Mustaqim Terminal Muaradua Kabupaten OKU Selatan.

“Sudah dua kali saya melakukannya. Di lokasi yang sama di saf tempat jamaah perempuan shalat. Korban tidak melawan karena saya kasih uang Rp5 ribu,” imbuhnya, Selasa (28/9/2021).

Tersangka yang pernah mendekam dalam sel tahanan karena kasus Curanmor pada tahun 2019 mengaku,  termotivasi melakukan sodomi, karena sebelumnya dirinya pernah mengalami hal serupa ketika masih mendekam di sel tahanan.

“Dulu saya pernah jadi korban sodomi waktu masih jadi tahanan dan ketika keluar tahanan makanya saya melakukannya kembali,” tuturnya.

Terpisah, Riki mengaku saat kejadian dirinya hendak melaksanakan shalat sunnah dhuha di Masjid Baitul Mustaqim.

Saat memasuki masjid, ia melihat jika gorden pembatas antara jamaah laki laki dan perempuan tertutup rapat tidak seperti biasanya.

Dia lalu memeriksa gorden tersebut dan melihat tersangka sedang melakukan aksi bejatnya. Sontak ia geram dan spontan memberi tahu jamaah lainnya lalu kemudian mengamankan Saipul.

“Saya mau shalat sunah terus melihat posisi gorden jamaah perempuan tidak seperti biasanya, ketika saya periksa ternyata Saipul sedang melakukan tindak asusila, saya lalu menghubungi kawan-kawan jamaah lainnya. Lalu Saipul kami amankan, lalu kami bawa ke Polres,” terangnya.

Perbuatan tersangka juga terpantau kamera CCTV Masjid Baitul Mustaqim Terminal Muaradua. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.