Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mengusulkan kenaikan alokasi pupuk subsidi jenis NPK kepada pemerintah pusat hingga 37,4 persen pada tahun 2026.
Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari strategi memperkuat peran Sumsel sebagai salah satu provinsi penyangga produksi pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan alokasi pupuk NPK subsidi diusulkan meningkat menjadi 279 ribu ton. Jumlah tersebut bertambah sekitar 76 ribu ton dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.
“Peningkatan alokasi pupuk NPK ini kami ajukan untuk mendukung peningkatan produksi dan perluasan luas panen pada tahun 2026,” ujar Bambang, Kamis (1/1/2026).
Selain pupuk NPK, DPTPH Sumsel juga mengusulkan alokasi pupuk subsidi jenis urea. Namun, jumlah pupuk urea yang diusulkan untuk 2026 tetap sama seperti tahun 2025, yakni sebesar 165 ribu ton.
Menurut Bambang, usulan peningkatan alokasi pupuk subsidi ini sejalan dengan kontribusi Sumsel terhadap ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2025, Sumsel tercatat menyumbang sekitar 1,2 juta ton beras dari total surplus nasional yang mencapai kurang lebih 5 juta ton.
Sementara itu, total produksi padi di Sumsel hampir mencapai 3,6 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara sekitar 2 juta ton beras. Capaian tersebut menjadikan Sumsel sebagai salah satu daerah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
“Dengan tambahan alokasi pupuk subsidi, kami berharap pada 2026 terjadi peningkatan akumulasi produksi dan luas panen secara signifikan,” katanya.
Baca juga : Uang Rp270 Juta dari KAI Disebut Pemkot Palembang Untuk Perbaikan Taman
Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa pemanfaatan pupuk subsidi harus dilakukan secara optimal dan disertai pengawasan ketat. Hal ini penting agar penyaluran pupuk benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh petani yang berhak.
“Pengawasan distribusi tetap menjadi perhatian utama agar pupuk subsidi tidak disalahgunakan dan benar-benar mendukung produktivitas petani,” katanya. (Iya)











