Jakarta, Sumselupdare.com – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Anisah Syakur, mendesak pemerintah mengusut tuntas kematian Alfarisi bin Rikosen (21), tahanan demonstrasi Agustus 2025 yang meninggal dunia di Rutan Kelas I Medaeng, Surabaya.
Anisah meminta proses investigasi dilakukan secara transparan dan independen.
“Kasus kematian Alfarisi di dalam rutan wajib diusut tuntas oleh negara. Tidak boleh ada upaya menutup-nutupi fakta,” ujar Anisah Syakur di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Alfarisi sebelumnya ditahan di Polrestabes Surabaya sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng. Dia dijadwalkan menjalani tahap penuntutan pada Senin (5/1/2026). Namun, selama masa penahanan, berat badan korban dilaporkan menyusut drastis antara 30 hingga 40 kilogram.
Anisah menilai penurunan berat badan ekstrem tersebut merupakan hal yang tidak wajar dan patut dicurigai adanya tekanan psikologis maupun fisik.
“Negara harus menjelaskan secara rinci prosedur penanganan korban, mulai dari pengawasan, pemenuhan gizi, hingga layanan kesehatan,” tegas legislator asal Jawa Timur tersebut.
Baca juga : Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Sebut Ancaman Deforestasi Makin Nyata
Lebih lanjut, Anisah menyoroti lemahnya implementasi standar minimum perlakuan tahanan (Nelson Mandela Rules) di sistem pemasyarakatan Indonesia.
Menurut Annisah, kejadian ini menjadi peringatan keras bagi negara untuk mengevaluasi layanan kesehatan di lapas dan rutan.
Dikatakan, setiap tahanan memiliki hak mutlak atas kesehatan fisik dan mental tanpa diskriminasi.
Baca juga : Terima Kunjungan Delegasi Parlemen Korea Selatan, BKD DPR RI Bahas Penguatan Dukungan Legislasi
“Kematian Alfarisi harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Jangan biarkan nyawa warga negara hilang tanpa kejelasan dan pertanggungjawaban,” tegasnya. (duk)











