Perekam dan Penyebar Video Pelajar yang Berhubungan Badan di WC Rumah Kosong Diringkus!

Kanit Pidsus Polres Lahat Ipda Chandra Kirana memberikan keterangan terkait penangkapan pelaku perekam dan penyebar video pelajar yang berhubungan intim di toilet rumah kosong, Rabu (20/10/2021).

Laporan: A Putra

Lahat, Sumselupdate.com – Anggota Reskrim Kepolisian Resort (Polres) Lahat berhasil meringkus perekam dan penyebar video oknum pelajar YG (16) dan AM (16) yang melakukan hubungan badan di sebuah WC rumah kosong, yang berlokasi Kelurahan Gunung Gajah, Kecamatan Kota Lahat, Kabupaten Lahat.

Read More

Video mesum oknum pelajar itu telah beredar di medis sosial WhatsApp, dua video yang berdurasi 24 detik dan 16 detik memperlihatkan dua pelajar melakukan hubungan layaknya suami istri, di sebuah toilet rumah kosong.

Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono SIK melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawi H Barmawi disampaikan Kanit Pidsus Ipda Chandra Kirana, pelaku penyebaran video mesum telah diamankan di kediamannya Selasa (19/10), yang tidak lain merupakan teman nongkrong salah satu orang yang ada di dalam video mesum itu.

“Tersangka inisial R, merupakan teman mereka. Motif yang dilakukan tersangka yakni ingin mendapatkan keuntungan sejumlah uang. Tersangka mengancam saksi yang ada di dalam video mesum, meminta uang Rp100.000 agar video tidak disebarluaskan, namun hanya diberikan uang Rp20.000 saja,” kata dia, Rabu (20/10/2021).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti enam unit smartphone yang digunakan pelaku untuk merekam video dan menyebarkan video.

“Enam unit smartphone yang diamankan, yakni HP untuk merekam, HP untuk mengancam dan HP untuk menerima penyebaran video mesum, dan juga seragam sekolah yang dikenakan kedua oknum pelajar yang ada di dalam video,” ungkap dia.

Pelaku penyebaran video mesum pelajar itu, dijerat dengan Pasal 29 UU RI nomor 44 tahun 2008, tentang pornografi, dan UU ITE karena telah menyebarkan video kesusilaan.

“Tersangka dikenakan 2 Pasal, pasal tentang pornografi demgan ancaman 12 tahun penjara, dan ITE dengan ancaman enam tahun penjara,” tutur dia.

Sementara itu, menurut pengakuan R, dia merekam video itu bertepatan saat khutbah shalat Jumat.

Pada saat itu, dia merekam adegan mesum yang dilakukan pelajar di WC bekas rumah kosong.

“Saya merekam beberapa kali, dan meminta uang Rp100.000, namun diberi Rp20.000 untuk menghapus video, sehingga saya hapus beberapa, dan menyebarkan video lainnya,” terangnya.

R mengaku, bahwa dirinya juga berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah SMA swasta di Lahat, namun ironis, R juga sudah pernah menikah, namun sekarang berstatus duda.

“Iya, saya sendiri juga sudah pernah menikah di bawah tangan (nikah siri), karena masih di bawah umur, namun saya sudah cerai dengan istri saya,” pungkasnya. (**).

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.