Perebutan dan Pertumpahan Darah di Lahan Parkir Pendestrian Sekanak Lambidaro, Ini Kata Sekda Palembang

Senin, 31 Januari 2022
Bekas ceceran dalam di TKP duel maut antar dua pria yang berakibat salah satu pria itu mengalami putus tangan, Minggu (30/1/2022) pagi.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Perebutan lahan parkir hingga terjadi peristiwa pertumpahan darah, membuat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa angkat bicara.

Read More

Menurut Ratu Dewa, pihaknya akan kembali melakukan pengetatan pengamanan.

Terkait peresmian Pendestarian Sungai Sekanak Lambidaro Pemkot Palembang akan menggunakan lahan parkir dari kawasan Pertokoan Ramayana dan lahan parkir milik Palembang Indah Mall.

“Kedepan kita pastikan kembali keamanan di situ, kami juga minta laporan dari Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kita Pemkot Palembang menyayangkan kejadian tersebut, tetap kita mengedepankan asas praduga tak bersalah walaupun pure itu murni tindak kriminal,” ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan petugas.

Sebagaimana diketahui, Never Yansen alias Fery Datok alias Kiyai (49) harus bersimbah darah setelah dikeroyok oleh delapan orang tepat berada di dekat Pendopoan Pendestarian Sungai Sekanak Lambidaro.

Pertumpahan darah dari perebutan lahan parkir ini kurang dari satu Minggu menjelang peresmian Pendestarian Sungai Sekanak Lambidaro.

Aksi pengeroyokan Fery Datok sendiri terekam dalam lensa video yang menyebar di dunia jagat maya.

Dalam rekaman video tersebut menunjukan Fery Datok terkapar bersimbah darah pada Minggu (30/1/2022) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang, Kompol Roy A Tambunan mengatakan, pengeroyokan tersebut terjadi diduga karena adanya perebutan lahan parkir antara korban dan tersangka.

“Korban sudah dibawa ke rumah sakit, untuk kondisinya dalam keadaan sadar dan hingga kini  masih dalam perawatan,” ujarnya Senin (31/1/2022).

Kondisi Fery Datuk yang mengalami luka sabetan senjata tajam dan dirawat di rumah sakit.

Menurut Kompol Roy, informasi yang dihimpun dari keterangan saksi di lapangan, kurang lebih sekitar delapan orang yang melakukan pengeroyok terhadap Fery Datok.

Diungkapkan korban dibacok dengan senjata tajam. Bahkan korban juga menerima sabetan yang mengarah ke bagian tubuh korban lainnya.

Tak pelak, tubuh Fery Datok jatuh bersimbah darah dan tidak sadarkan diri di lahan parkir tersebut.

“Akibat kejadian itu korban mengalami luka bacok di bagian tangan kanan dan kiri, kemudian pipi sebelah kanan,” bebernya.

Usai melakukan pengeroyokan terhadap korban, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan korban di lokasi kejadian.

Kompol Roy mengaku sudah mengantongi identitas pelaku serta mengamankan barang bukti yakni senjata tajam yang tertinggal di lokasi kejadian.

“Kami imbau agar para pelaku menyerahkan diri, kami juga sudah ke rumah para pelaku, namun para pelaku tidak ada. Tidak akan menyerah kami akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” tutupnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts