Palembang, Sumselupdate.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Selatan mendorong Penyuluh Agama Kristen untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi dan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen se-Sumatera Selatan yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Sumsel, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini diikuti 28 Penyuluh Agama Kristen berstatus PNS dan PPPK dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Kegiatan dibuka Kepala Kanwil Kemenag Sumsel yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Taufiq.
Dalam arahannya, Taufiq menegaskan penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, penyuluh merupakan salah satu representasi Kementerian Agama yang paling sering bersentuhan dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Penyuluh adalah wajah Kementerian Agama yang paling dekat dengan masyarakat. Masyarakat mungkin tidak setiap hari bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah atau Kepala Kantor Kemenag, namun masyarakat bertemu dengan penyuluh di gereja, lingkungan, dan kegiatan sosial. Karena itu, kualitas penyuluh akan turut menentukan kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Agama,” jelas Taufiq.
Ia menekankan, tugas penyuluh agama tidak sebatas menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Penyuluh juga dituntut mampu menjadi pembimbing, teladan, motivator, sekaligus jembatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan realitas kehidupan masyarakat.
Terlebih di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, para penyuluh dituntut meningkatkan kapasitas diri.
“Penyuluh perlu terus meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam literasi digital, kemampuan komunikasi, serta pemahaman keagamaan yang moderat dan kontekstual,” ujarnya.
Taufiq juga mengajak para penyuluh memanfaatkan ruang digital secara positif untuk menyebarkan pesan-pesan yang menyejukkan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kerukunan masyarakat.
Menurutnya, ruang digital harus menjadi sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai positif, bukan justru menjadi tempat berkembangnya provokasi dan intoleransi.
Dalam kegiatan tersebut, Taufiq menyampaikan tiga hal utama yang diharapkan dapat dicapai para peserta.
Pertama, meningkatkan kompetensi dan profesionalitas penyuluh. Kedua, memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat. Ketiga, meningkatkan kontribusi nyata penyuluh dalam menjaga kerukunan umat.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperbarui semangat pengabdian. Bekerja bukan sekadar memenuhi tugas, tetapi memberikan manfaat. Melayani bukan sekadar kewajiban, melainkan panggilan pengabdian,” pungkasnya.
Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kanwil Kemenag Sumsel, Bagus Ade Dinata Panjaitan, mengatakan kegiatan pembinaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas Penyuluh Agama Kristen yang bertugas di lapangan.
Menurutnya, para penyuluh perlu mendapatkan pembekalan secara berkelanjutan, baik berupa pengetahuan, keterampilan, wawasan maupun motivasi agar mampu menjalankan fungsi pembinaan keagamaan secara optimal.
“Melalui peningkatan kompetensi ini, kami ingin memastikan bahwa Penyuluh Agama Kristen tidak hanya semakin profesional dan berintegritas, tetapi juga mampu terus menunjukkan eksistensi nyata dalam setiap ruang pelayanan dan pertemuan bersama umat di tengah masyarakat,” tegas Bagus.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong para Penyuluh Agama Kristen semakin siap menghadapi tantangan zaman.
Selain memberikan pelayanan keagamaan, penyuluh diharapkan mampu memperkuat moderasi beragama dan ikut menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Selatan.
(**)











