Pengemudi Gojek Harus Waspadai Begal!

Senin, 15 Februari 2016
Gojek Incaran Begal

Jakarta, Sumselupdate.com – Kepala Reonaldo Agustin (27), pengemudi Go-Jek, mengalami luka robek di tiga tempat. Luka itu didapat dari pukulan senjata api oleh seseorang yang tak dikenal setelah berselisih dengan Reonaldo di Jalan Kemang Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2/2016) petang.

Peristiwa itu sempat diduga sebagai penembakan oleh kawanan perampok karena warga sekitar mendengar suara letusan tembakan. Pria yang akrab disapa Rio itu juga tergeletak di jalanan dengan kepala berdarah.

Bacaan Lainnya

Namun, Rio masih selamat. Lukanya dipastikan bukan akibat tembakan senjata api.

Selain itu, tidak ada harta benda Rio yang dirampok.

Meski kasus Rio lebih terlihat sebagai masalah pribadi, salah satu pengemudi Go-Jek yang tinggal di dekat tempat tinggal Rio mengungkapkan hal lain. Pria yang enggan menyebutkan namanya itu mengaku, dalam kurun waktu sebulan terakhir, cukup banyak pengojek online yang jadi sasaran pelaku tindak kriminal.

Mereka antara lain menjadi sasaran begal. Pria itu awalnya mengira Rio juga menjadi korban begal.

“(Pengemudi) Go-Jek ini jadi sasaran empuk perampok karena biasanya pada enggak hati-hati,” kata dia kepada Kompas.com saat bertamu ke kediaman Rio, Sabtu malam.

Dia pun sempat mendapat info ada pengemudi Go-Jek lain di Jalan Gatot Subroto yang diduga dirampok saat di jalan.

Informasi itu bertepatan dengan pemukulan terhadap Rio.

Menurut dia, alasan pengojek online jadi sasaran perampok adalah karena keteledoran mereka sendiri. Dia mencontohkan, ketika pengojek memarkirkan sepeda motornya di tempat mereka biasa berkumpul, terkadang tidak dikunci setang.

Pengojek itu berpikir, dia memarkirkan sepeda motornya di tempat yang aman, sehingga tidak masalah jika dibiarkan begitu saja.

“Ada juga (pengemudi) Go-Jek yang pas nganter barang, dia masuk ke dalam gedung, enggak sampai dua menit, motornya di luar sudah hilang,” tutur dia.

Dari informasi yang didapat dari pengojek lain, perampokan tidak hanya dialami oleh pengemudi Go-Jek, pengojek online lain juga turut merasakan hal yang sama.

Sehari sebelum pemukulan terhadap Rio, yaitu Jumat lalu, seorang tukang ojek bernama Warja (50) ditembak hingga tewas di Jalan Sungai Kendal, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Penembak diduga mengambil sepeda motor Warja, Honda Beat B 4033 TDC.

Peristiwa itu terjadi saat Warja sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang menembak dan mengenai dada sebelah kiri Warja.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan proyektil peluru yang diperkirakan berasal dari sebuah senjata rakitan.

Dari beberapa kejadian itu, para pengojek online maupun tukang ojek pangkalan dihimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian menyarankan agar pengojek tidak mengedepankan emosi jika berselisih dengan siapa saja saat di jalan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.