Pengamat Ini Nilai Ada Kejanggalan Dalam Penyelidikan Pembagunan Masjid Raya Sriwijaya

Pengamat politik dan sosial Bangindo Togar

Palembang, Sumselupdate.com – Pengamat politik dan sosial Bangindo Togar, menilai ada kejanggalan dalam penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Menurutnya, pembangunan Masjid Sriwijaya mangkraknya telah lama, namun kenapa diusut baru tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Pembangunan masjid ini kan zamannya Alex Noerdin dan sudah bertahun- tahun mangkraknya. Apakah ada oknum yang memerintahkan tim kejaksaan,” katanya saat dihubungi melalui via sambung telepon Kamis (11/2/2021).

Ia menjelaskan apabila pihak Kejaksaan Tinggi telah mengusut berarti sudah ada fakta-fakta bahwa adanya penyelewengan hukum didalamnya.

“Iya, kalau Kejaksaan sudah memanggil berarti sudah ada fakta tetapi yang dipertanyakan kenapa baru diperiksa sekarang, tapi ya sudahlah gak perlu dibahas hal yang seperti itu,” jelasnya.

Menurutnya sebagai pengamat ia menyatakan jika memang nantinya terbukti adanya korupsi tersebut, ia berharap agar pihak kejaksaan menanganinya dengan serius dan tuntas.

“Ini kelihatan di awal sepertinya tim Kejaksaan selalu diawal serius dan seperti dibesar-besarkan tapi nanti akhirnya hanya terbengkalai, karena sudah banyak kasus seperti ini,” ucapnya.

Untuk itu pihaknya berharap agar pihak kejaksaan menunjukkan integritasnya sebagai penegakan hukum jangan diintervensi oleh oknum-oknum tertentu dalam perkara ini.

“Kalau dalam pembanguan masjid ini unsur politiknya tidak ada, tapi pihak kejaksaan seperti terlihat ada tendensi pada oknum yang berhubungan dengan politik,” tegasnya.

Terlepas dalam hal apapun menurutnya ini permasalahan yang cukup serius karena ini perkara rumah ibadah. Jika saja rumah ibadah ada unsur politik menurutnya bagaimana dengan pembangunan infrastruktur lainnya.

Ia juga berharap agar pihak kejaksaan tangani kasus ini secara profesional, transparan dan sesuai Undang-Undang.

“Jangan nanti yang dihukum bukan pelaku utama jadi harus ada titik permasalahan yang terang benderang buktikan lembaga kejaksaan itu integritas jangan sampai yang menjadi tersangka lapisan kedua bukan pelaku utama,” tutupnya.(Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.