Penerima Zakat Bisa Langsung Belanja di Warung Terdekat

Rabu, 26 Agustus 2020
LAUNCHING-Walikota Palembang Harnojoyo melaunching program ramah zakat, Rabu (26/8/2020).

Palembang, Sumselupdate.com-Zakat yang dikumpulkan dari gaji karyawan Bank Sumsel Babel (BSB), disalurkan kepada penerima dan nantinya langsung dapat dibelanjakan di warung dekat lingkungan rumah mereka.

Program ramah zakat resmi di- launching oleh Walikota Palembang Harnojoyo dan Dirut PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel Achmad Syamsuddin, Rabu (26/8/2020).

Read More

Walikota Palembang Harnojoyo mengapresiasi program ramah zakat apa yang dilakukan BSB. Di tengah kondisi Pandemi saat ini tentu masyarakat sangat membutuhkannya.

“Kita harap program ini bukan hanya sampai di BSB saja, sebab melalui zakat secara agama adalah cara membersihkan jiwa dan harta yang kita miliki melalui zakat. Di lingkup pegawai Pemkot pun potensi zakatnya cukup besar yang tentunya ini bila disalurkan akan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Harnojoyo, program ramah zakat didukung dengan sistem digitalisasi, sehingga penyaluran dan penggunaan dana dapat termonitor dengan baik sehingga diharapkan akan terwujud tepat guna penyaluran dan penggunaan zakat.

“Dengan sistem digitalisasi ini juga akan tercipta transparansi dan akuntabilitas dana, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan muzakki (pihak yang berzakat-red) dalam berzakat,” katanya.

Dirut PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel Achmad Syamsuddin menambahkan, program ramah zakat diharapkan bisa membantu masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 saat ini.

Karena hasil pengumpulan zakat yang pada tahap awal ini diambil dari gaji para karyawan BSB akan langsung disalurkan ke masyarakat terdampak dengan sistem cashless (nontunai). Di mana dalam prosesnya, BSB juga menggandeng merchant (warung) yang lokasinya berada di lingkungan masyarakat penerima itu sendiri.

“Tahap awal ini kita memilih dua kelurahan yang berada di kawasan Kecamatan Seberang Ulu II, yakni Tangga Takat dan 13 Ulu. Saat ini lebih dari lima merchant. Kalau nantinya programnya berjalan, tinggal copy saja ke daerah-daerah lainnya. Nanti juga tidak menutup kemungkinan akan juga kita buka untuk umum/pegawai OPD pemerintah yang ingin menyalurkan zakatnya melalui aplikasi ramah zakat,” katanya.

Penerima zakat, kata Syamsuddin, bisa berbelanja sesuai kebutuhan di warung yang telah bekerjasama dengan BSB. Hanya saja jenis kebutuhan sehari-hari seperti sembako yang menjadi prioritas.

Selain itu, program ini juga akan membantu meningkatkan taraf ekonomi karena akan melibatkan warung-warung yang ada disekitar mustahik sebagai merchant penyedia barang, karena mustahik akan mencairkan dana zakat dari Bank Sumsel Babel dengan membeli barang di warung-warung yang ditunjuk tersebut.

“Jadi kita harap jangan dibelikan rokok atau yang lain. Belilah kebutuhan seperti gula, beras dan lainnya,” katanya.

Soal data penerima bersumber dari BAZNAS dan Dinas Sosial (Dinsos).Kota Palembang, hanya saja tetap melalui verifikasi dan validasi ulang oleh Tim BSB dan pihak kecamatan. Mustahik yang dipilih adalah masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan antara lain karena penghasilan dibawah garis kemiskinan, kerja serabutan, tempat tinggal tidak layak.

“Datanya banyak, namun kita Verifikasi lagi benar apa tidak. Kami juga tetap berkoordinasi dengan BAZNAS, sebab potensi zakat kita Rp 2,5 miliar itu, 60 persen ke Baznas dan 40 persennya untuk program ini. Dengan total pegawai hampir 2000 orang,” tegasnya.

Syamsuddin menambahkan, bila program ini dijalankan secara kontinu diharapkan juga menjadi bagian untuk meminimalisir tindakan meminta-minta di jalanan.

“Kita harap seperti itu, jadi tidak ada lagi yang ngemis di jalanan,” ujarnya. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts