Muaraenim, Sumselupdate.com — Pemerintah kabupaten (Pemkab) Muaraenim terus berupaya mengendalikan inflasi daerah dengan menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah operasi pasar murah dan pangan murah yang dilaksanakan di dua kecamatan, yaitu Belimbing dan Gunung Megang, pada Selasa (28/2/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Muaraenim Yulius selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Muaraenim, bersama dengan Kasdim 0404 Muaraenim, Mayor Chb Jauhari, Wakapolres Muaraenim, Kompol Roy Afrian Tambunan, Plt. Asisten Perekonomian & Pembangunan, H Ahmad Yani Hermanto, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan & ESDM dan Dinas Ketahanan Pangan.
Sekda Yulius mengatakan bahwa operasi pasar murah dan pangan murah ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang gencar dilakukan oleh Pemkab Muaraenim. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga di pasaran dan membantu masyarakat kurang mampu mengurangi pengeluaran.
“Kegiatan ini kita laksanakan sesuai arahan Pj Bupati Muaraenim, H Ahmad Rizali. Maka itu kegiatan ini harus dilaksanakan secara simultan dan terintegrasi oleh para perangkat daerah yang tergabung dalam TPID Kabupaten Muaraenim, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan & ESDM maupun Dinas Ketahanan Pangan sehingga terarah dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Adapun produk yang disalurkan di operasi pasar murah dan pangan murah ini antara lain adalah beras premium, beras SPHP, minyak sayur, gula pasir, tepung terigu, tepung tapioka, susu kental manis, sirup, dan mentega. Semua produk tersebut telah disubsidi oleh APBD Kabupaten Muaraenim sehingga harganya lebih murah Rp 5 ribu hingga Rp 6 ribu rupiah per kilogram atau liter.
Sekda Yulius berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya yang berada di daerah terpencil dan kurang mampu. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran barang dan jasa di pasaran agar inflasi daerah tetap terkendali.
“Kegiatan ini sepenuhnya untuk membantu masyarakat. Oleh sebab itu pemerintah daerah harus hadir membantu masyarakat melalui berbagai upaya dalam pengendalian laju inflasi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying atau penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga,” pungkasnya.(**)











