Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji Tetap Berjalan di Tengah Pandemi Covid-19

Alat berat mulai bekerja di lokasi pembangunan Bendungan Tiga Dihaji.

Palembang, Sumselupdate.com – Pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan, yang menelan dana Rp3,7 triliun ini terus dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini progres pembangunan yang secara keseluruhan sudah 8 persen akan ditargetkan rampung pada 2023.

Bacaan Lainnya

Kepala SNVT pembangunan bendungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, Ali Cahyadi mengatakan meski anggaran di tahun ini dipangkas besar akibat Covid-19 tak membuat berpengaruh terhadap pembangunan di lapangan.

Bendungan Tiga Dihaji ini memiliki tipe zona dengan inti lempung – urukan batu dengan area genangan air seluas 468 hektare. Bendungan tersebut akan diisi air dari Danau Ranau melalui Sungai Selabung kemudian dialirkan ke areal persawahan.

Bendungan Tiga Dihaji digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air secara nasional yang akan mengairi daerah Irigasi seluas 25.423 hektare di Kabupaten OKU Selatan, OKU Timur dan OKI.

“Bendungan Tiga Dihaji memiliki ketinggian 122 meter dan lebar 950 meter itu bisa menampung sebanyak 105 juta meter kubik air yang dapat digunakan untuk mengaliri areal persawahan di kawasan Komering, Kabupaten OKU,” tandasnya.

Sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru meyakini pembangunan bendungan Tiga Dihaji yang berada di Desa Sukabumi Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan, akan membawa manfaat besar bagi sektor pertanian di Sumsel.

Di mana bendungan Tiga Dihaji yang akan menjadi bendungan satu-satunya di Sumsel itu berfungsi sebagai bendungan multi purpose untuk mengaliri lahan irigasi baru seluas 25.423 hektar.

“Ini merupakan proyek strategis nasional. Tentu pembangunan ini kabar baik bagi pertanian kita. Sebab, saat ini kita konsisten untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya beras. Bendungan ini nantinya dapat menyuplai air secara konstan ke berbagai kabupaten yang terdapat lahan pertanian,” kata HD saat melakukan monitoring dan peninjauan pembangunan bendungan Tiga Dihaji di Desa Sukabumi Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan, Selasa (13/10).

Dia menuturkan, pembangunan bendungan ini merupakan salah satu jawaban dari keluhan para petani terkait pengairan untuk lahan pertanian.

“Ini jawaban atas keinginan para petani. Bendungan ini juga akan mengairi 15 ribu hektar lahan cetak sawah baru  Namun kita juga harus terus bersinergi. Dimana upaya untuk meningkatkan hasil pertanian ini tidak boleh berhenti. Salah satunya soal pengendalian harga. Produksi harus tetap stabil sehingga harga jual tidak menurun,” tuturnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.