Pelaku Teror Bom RS Myria Ternyata Sopir Angkot

Tersangka peneror RS Myria Noperdiansyah saat gelar perkara yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, Kamis (21/7).

Palembang, Sumselupdate.com –Satu pekan melakukan penyelidikan, akhirnya aparat penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel berhasil menangkap pelaku peneror bom di Rumah Sakit Myria Palembang yang terjadi pada Senin (11/7) lalu.

Pelakunya diketahui Noperdiansyah (34), warga Jalan Pangeran Ayin, Kenten Laut, Banyuasin.

Bacaan Lainnya

Tersangka ditangkap petugas Ditreskrimum Senin (18/7), sekitar pukul 11 00 di rumahnya saat hendak pergi bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot).

Di hadapan petugas, tersangka mengaku nekat melakukan teror di Rumah Sakit Myria lantaran sakit hati karena setahun yang lalu istrinya melahirkan di RS Myria. Namun, anaknya meninggal dunia.

“Istri saya melahirkan di sana, saat itu pecah ketuban. Sehingga anak saya meninggal di kandungan. Saya sangat sakit hati dengan tim medis di sana,”kata  Noperdiansyah.

Dendam terhadap Rumah Sakit Myria, semakin membakar Noperdiansyah lantaran usai proses persalinan, rahim istrinya telah diangkat tim medis sehingga tidak bisa lagi memiliki keturunan.

“Pihak rumah sakit menyarankan saya agar berobat di luar negeri, saya ini cuma sopir angkot. Untuk makan pun susah. Ketika istri saya melahirkan, mereka seakan tidak bisa menolong istri saya. Jadi di benak saya saat itu terus untuk membuat teror di rumah sakit dengan telpon,” katanya.

Tepat di hari kejadian, Noperdiansyah langsung menelpon rumah sakit sebanyak dua kali.

“Waktu nelpon, saya lagi di mobil dan mengatakan akan meledakkan rumah sakit. Sebenarnya bom itu tidak ada, cuma ingin buat mereka panik saja, Terus kawan ngejek aku bahwa bini aku dak bisa melahirkan lagi, dari situlah aku tersayat hati aku, terus nelpon rumah sakit sebanyak duo kali dengan omongan bom,” katanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga didampingi Kasubdit III AKBP Hans Rahmatullah menjelaskan, penangkapan tersangka setelah satu pekan dilakukan penyelidikan oleh petugas.

Dari handphone yang digunakan Noperiansyah, petugas akhirnya melacak keberadaan tersangka dan langsung disergap, pada Senin (18/7).

“Dari operator seluler yang dipakai tersangka juga membantu kita, sehingga tersangka bisa dilacak dan ditangkap” kata Daniel saat gelar perkara di Mapolda Sumsel, Kamis (21/7).

Daniel menyebutkan, dari tersangka diamankan barang bukti berupa satu unit handphone jenis Samsung yang digunakan tersangka untuk meneror. “Sekarang masih kita periksa untuk tersangka”ujar Daniel.

Sebelumnya, Rumah Sakit Myria Palembang sempat gempar setelah mendapatkan telpon gelap dari seorang pria. Penelpon tersebut mengancam akan meledakkan rumah sakit dengan meletakkan bom di kawasan tersebut.

Setelah dilakukan penyisiran oleh tim Jibom Brimob Polda Sumsel, petugas tak menemukan benda yang mencurigakan. (ery)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.