Pelaku Penembakan Satpam Tumbang Dihadiahi Timah Panas

Selasa, 22 Oktober 2019
Pelaku penembakan menjalani pemeriksaan.

Palembang, Sumselupdate.com – Target Satreskrim Polresta Palembang untuk mengungkap kasus penembakan yang menimpa seorang Satpam, Deni Hariyanto (19) warga Jalan PSI Lautan, Lorong Kebun Gede, Kecamatan IB II di Kantor Notaris beberapa waktu lalu berhasil diungkap Unit Ranmor Polresta Palembang pimpinan Iptu Novel Siswandi Kurniawan.

Tersangka Novel (35) warga Jalan Lettu Karim Kadir, Lorong Harapan Perumahan Pemkot, Kecamatan Gandus ini tidak dapat berkutik setelah dua butir timah panas petugas menembus kaki kirinya. Dari hasil pengembangan petugas, ternyata tersangka terlibat tujuh kali aksi pencurian sepeda motor di beberapa lokasi.

Read More

“Saat penangkapan tersangka melawan, bahkan nyaris melukai anggota. Beruntung, anggota kita sigap, sehingga senjata api yang dimilikinya berikut tiga butir peluru berhasil diamankan,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor Iptu Novel Siswandi Kurniawan.

“Dari lokasi kejadian, turut kita amankan sepucuk senjata api rakitan, baju yang digunakan, seperangkat kunci Y dan sepeda motor jenis Beat warna hitam. Sekarang kita masih terus gali keterangannya,” tambahnya.

Dari hasil interogasi petugas dilapangan, tersangka terlibat beberapa kali aksi pencurian sepeda motor di beberapa lokasi. “Tersangka ini beraksi bertiga, dengan dibantu Feri dan Yono. Kedua rekannya juga sudah ditangkap anggota Prabumulih.

Menurut pengakuannya, mereka menembak korban karena kesal, dua kali berputar di lokasi, korban selalu ada, sehingga mereka merasa terganggu. Selain kasus penembakan, tersangka juga terlibat aksi pencurian sepeda motor jenis CBR.

Korbannya bernama Saktryawan (20) seorang mahasiswa warga Jalan Tanjung Laut I, Kelurahan Gunung Ibul Barat dan tinggal di kos Jalan Ogan Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I.

“Menurut pengakuannya sudah mencuri sepeda motor sebanyak tujuh kali. Dan laporan resmi korban di Polrestabes Palembang ini, tercatat ada empat laporan, termasuk milik mahasiswa itu. Sampai sekarang kami masih terus lengkapi dan kami akan kembangkan lagi,” tambahnya.

Sedangkan tersangka mengatakan hanya mendapat uang Rp1 hingga Rp1,5 juta untuk penjualan satu unit sepeda motor. “Yang metik motor tugasnya Feri, Yono mengawasi dari luar, sementara saya pilotnya. Setelah itu, sepeda motor di jual Feri, kami tidak ikut,” jelas ayah tiga anak ini.

Disinggung mengenai penembakan yang dilakukannya terhadap security di Kantor Notaris, tersangka mengaku kesal. “Dua kali kami mutar muter untuk menghilangkan kecurigaan korban. Setiap hendak melancarkan aksi dia ada dilokasi, akhirnya kami tembak saja,” ujarnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts