Palembang, Sumselupdate.com – Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Waris (42), seorang petani di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin yang terjadi pada Jumat (5/4/2023) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB.
Pelaku pembunuhan ditangkap polisi saat berada di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyusin tepatnya di Simpang Bayat pada Kamis (18/4/2024) dinihari.
“Dinihari tadi ditangkapnya,” ucap sumber tak ingin disebut namanya, pagi ini.
Mengenai identitas dan apa motif pelaku menghabisi korban secara sadis, Kapolsek Muara Telang Iptu Ahmad Iqbal SH yang dihubungi via WhatsApp, belum memberikan respon.
Dari infomasi dihimpun jika penangkapan pelaku pembunuhan ini akan segera digelar press release di Mapolres Banyuasin.
Baca Juga: Petani di Muara Telang Banyuasin Dibunuh Saat Istri dan Anak Tidur
Seperti diberitakan sebelumnya, Waris (42), warga Desa Panca Mukti, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin ditemukan istrinya di dalam rumahnya dalam kondisi meregang nyawa.
Jasad korban ditemukan sang istri dalam kondisi berlumuran darah pada Jumat (5/4/2023) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB.
Dari hasil autopsi sementara, korban Waris menemui ajal setelah bagian lehernya yang diduga ditusuk senjata tajam.
Jenazah waris sendiri sempat dibawa ke RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang guna dilakukan pemeriksaan.
“Iya tadi divisum, tapi sudah dibawa keluarganya untuk persiapan pemakaman,” ucap Kapolsek Muara Telang Iptu Ahmad Iqbal, SH saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Jenazah Ibu dan Anak Korban Pembunuhan Sadis di Bukit Baru Dimakamkan Dalam Satu Liang
Salah satu keluarga korban, Mursid (45) menjelaskan korban diduga dibunuh saat istri dan anaknya tertidur.
“Yang pertama lihat itu istrinya sudah bersimbah darah,” ucap dia.
Mursid menyebutkan keluarganya itu diduga tewas dengan satu luka tusuk di lehernya. “Lukanya cuman yang di leher,” ucap Mursid.
Pasca-dilakukan pemeriksaan visum terhadap jasad Waris, Dokter Forensik RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang menyebut jika korban diduga dibunuh dengan cara ditusuk.
“Bukan digorok, tapi ditusuk dan mungkin saat mencabut pelaku buru-buru hingga lukanya memanjang seperti digorok,” ucap dr Indra Nasution.
Kata dr Indra, luka tusuk yang dialami korban memutuskan pembuluh darah hingga kehilangan banyak darah.
“Korban mati karena pembuluh darahnya putus. Dalamnya luka sekitar 7 sentimeter. Tapi kalau dilihat dari kondisi luka sepertinya korban tidak melakukan perlawanan,” ujarnya. (**)











