Pecat TKS Tanpa Pemberitahuan, Plt Kadin Perkim Dituding Otoriter

Minggu, 28 Juli 2019

PALI, Sumselupdate.com – Beberapa Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang bertugas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten PALI menuding Plt Kepala Dinas telah bertindak otoriter atau sewenang-wenang.

Hal itu lantaran Irwan ST, Plt Kadin Perkim PALI telah memberhentikan beberapa TKS tersebut tanpa pemberitahuan kepada yang bersangkutan, baik secara lisan atau tulisan. Sehingga memicu kekecewaan dan mereka merasa telah dilecehkan sedemikian rupa.

Read More

Selain itu, perpanjangan Surat Perjanjian Kontrak (SPK) dan perekrutan TKS di OPD itu yang dilakukan baru-baru ini, dipandang sangat sarat dengan kepentingan dan unsur nepotisme.

“SPK kami memang berakhir 30 Juni ini. Tapi, mestinya ada semacam basa basi kepada kami, untuk memberitahukan bahwa SPK itu tak diperpanjang lagi. Bukan diam-diam saja seperti ini. Bagaimana pun kami mulai bekerja secara baik-baik, mestinya diberhentikan juga baik-baik,” tutur TKS yang minta namanya tak disebut, Minggu (28/7/2019).

Menurutnya, karena tak ada pemberitahuan mereka yang diberhentikan itu, hingga Jumat (25/7) mereka masih masuk kerja dan absen seperti biasa. Begitu ada kabar bahwa SPK  tak diperpanjang, barulah mereka terkejut dan nampak shock.

“Ini benar-benar mempermalukan kami. Jangankan mau mengucap terima kasih atas pengabdian kami selama hampir enam tahun membantu di Dinas Perkim. Memberi tahu perihal ini pun tidak,” imbuhnya.

Atas pemberhentian tersebut, mereka memprediksi karena adanya para TKS yang baru masuk beberapa bulan terakhir. TKS baru itu diduga masih ada hubungan kekerabatan dengan Plt Kadin Perkim.

“Padahal SPK kan berakhir per 30 Juni. Namun TKS yang baru sudah masuk sejak beberapa bulan lalu, sebelum SPK-nya diterbitkan. Jadi mekanisme penerimaan TKS itu bagaimana. Apa semaunya saja?” tanyanya heran.

Selain itu, menurut pengamatan mereka para TKS baru itu juga tidak jelas tugasnya. Ada yang berumur sudah tua, dan kerjanya duduk saja dekat pintu sepanjang hari. “Entah bertugas sebagai satpam atau centeng. Dak tau jugo,” cetusnya.

Selain itu, ada juga yang suaminya sudah bekerja lebih dahulu di sana, kini masuk juga istrinya sebagai TKS. Mereka menduga karena masih ada hubungan keluarga dengan oknum Kadin tersebut.

“Perlu juga kami sampaikan, bahwa gaji kami bulan Juni hingga saat ini belum dibayar. Sekali lagi bukan persoalan nominal yang memang relatif kecil. Tapi ini adalah soal manajemen dalam tata organisasi pemerintahan. Pemimpin yang baik, biasanya akan mempertimbangkan setiap kebijakan yang dikeluarkannya,” pungkas pria kelahiran Penukal itu.

Terkait hal ini, Kadin Perkim PALI Irwan ST saat dikonfirmasi via Whatsapp dan SMS, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts