PBB Peringatkan Serangan Drone Mematikan di Sudan, Konvoi Bantuan Tembus Kota Terkepung

Writer: - Jumat, 20 Februari 2026
Para pekerja memperbaiki sebuah masjid yang rusak akibat perang di Khartoum, Sudan, pada 5 Februari 2026. (Xinhua/Mohamed Khidir)

PBB, Sumselupdate.com – Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (18/2/2026) memperingatkan tentang serangan drone mematikan oleh kedua pihak yang bertikai dalam perang saudara di Sudan, ketika sebuah konvoi kemanusiaan tiba di dua kota yang dikepung.

“Kami bergabung dengan komisaris tinggi hak asasi manusia kami, Volker Turk, dalam menyatakan kekhawatiran atas laporan bahwa lebih dari 50 warga sipil tewas dalam serangan-serangan drone yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkonflik di Sudan selama dua hari di pekan ini,” ujar juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric.

Read More

“Pembunuhan-pembunuhan terbaru ini kembali menjadi pengingat akan dampak dahsyat yang menghancurkan warga sipil akibat meningkatnya perang drone di Sudan,” lanjutnya. “Kami menegaskan kembali seruan kami kepada kedua pihak agar menghentikan kekerasan dan berdialog demi tercapainya gencatan senjata.”

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu menyatakan bahwa konvoi 26 truk yang membawa pasokan penyelamat jiwa bagi lebih dari 130.000 orang telah mencapai kota Dilling dan Kadugli di Kordofan Selatan. Konvoi tersebut menjadi bantuan pertama yang tiba setelah lebih dari tiga bulan.

Dipimpin oleh Program Pangan Dunia, Dana Anak-Anak PBB, dan Program Pembangunan PBB, konvoi itu sempat tertunda beberapa pekan akibat tingginya tingkat kerawanan di sepanjang rute, kata OCHA.

Menurut OCHA, Dilling dan Kadugli baru-baru ini berada dalam pengepungan berkepanjangan, dengan jalur pasokan komersial dan kemanusiaan terputus sehingga memperburuk kebutuhan bantuan. Analisis terbaru dari komite Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu menunjukkan adanya kemungkinan kelaparan di kedua kota tersebut.

“Sekarang, sangat penting untuk memanfaatkan terobosan ini dengan akses berkelanjutan bagi orang-orang yang membutuhkan di seluruh Kordofan Selatan dan wilayah Kordofan yang lebih luas,” ujar OCHA. “Hal ini membutuhkan fasilitasi dari pihak-pihak yang bertikai sesuai kewajiban mereka di bawah hukum kemanusiaan internasional.”

OCHA juga menyerukan peningkatan dukungan dari para donor. “Rencana respons kemanusiaan tahun ini membutuhkan dana 2,9 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.884) untuk menjangkau lebih dari 20 juta orang — dua dari setiap lima orang — di seluruh Sudan,” demikian pernyataan tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts