PBB, Sumselupdate.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengecam keras serangan drone yang menewaskan sedikitnya 60 orang, termasuk anak-anak dan tenaga kesehatan, di Rumah Sakit Pendidikan El-Daein, Negara Bagian Darfur Timur, Sudan.
Serangan tersebut terjadi pada Jumat (20/3/2026) dan menambah panjang daftar kekerasan terhadap fasilitas kesehatan di Sudan yang terus berlangsung sejak konflik pecah pada April 2023.
Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengatakan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 200 serangan terhadap fasilitas kesehatan telah terverifikasi. Serangan-serangan itu menyebabkan lebih dari 2.000 korban jiwa.
“Sekjen PBB menuntut semua pihak mematuhi kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional, yang melindungi tenaga medis dan fasilitas kesehatan serta melarang serangan terhadap warga sipil,” ujar Dujarric dalam pernyataannya, Selasa (24/3).
Guterres juga mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera meredam eskalasi konflik dan menyepakati penghentian permusuhan.
Selain itu, ia menyerukan agar semua pihak kembali ke meja perundingan dengan melibatkan mediator internasional, termasuk utusan pribadinya untuk Sudan, guna mendorong tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan.
“PBB siap mendukung langkah nyata untuk mengakhiri pertempuran di Sudan dan merumuskan jalan menuju perdamaian yang langgeng,” tegasnya.
(**)











