Laporan: Syakbanuddin
Kayuagung, Sumselupdate.com – Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2020, SMAN 4 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah setempat.
Kepala SMAN 4 Kayuagung, Sutami Hamdani, SPd, MPd didampingi Wakilnya bidang Humas, Ahmad Febrianto SPd, Wakil Bidang Kesiswaan, Herson
Hadi SPd, dan Wakilnya Bidang Kurikulum, Farabi ST menjelaskan, kegiatan MPLS ini dilaksanakan berdasarkan surat edaran Gubernur Sumsel Nomor 042/SE/Disdik SS/2020 tentang penyelenggaraan MPLS di masa pandemi corona tertanggal 10 Juli 2020.
“Memang MPLS kali ini sedikit berbeda dari biasanya, yakni adanya aturan setiap siswa dan warga sekolah harus mengikuti dengan baik protokol kesehatan yang sudah disediakan pihak sekolah,” ujar Wakil SMAN 4 Kayuagung bidang Kesiswaan, Herson Hadi, SPd.
Maka dari itu, kata dia, di beberapa titik sudut sekolah disiapkan tempat siswa mencuci tangan.
Selain itu, sebelum siswa masuk ke dalam lingkungan sekolah, petugas akan mengecek suhu tubuh dengan menggunakan alat rapid test dan jika suhu tubuh siswa tinggi maka tidak diperbolehkan masuk ke dalam sekolah.
“Hal ini dilakukan salah satu langkah pencegahan penyebaran virus Corona di sekolah. Kami dari pihak sekolah juga menyediakan masker bagi masker siswa yang tertinggal di rumah,” ungkapnya.
Dikatakannya, kegiatan MPLS pada tahun ajaran baru ini diikuti sebanyak 194 siswa dan ini sedikit menurun bila dibandingkan dengan tahun lalu yang diikuti sebanyak 213 siswa.
Lebih lanjut dikatakannya, seperti biasa dalam MPLS ini para siswa dan siswi baru akan mendapatkan materi dari pihak sekolah di antaranya adalah pengenalan pengenalan fisik dan non fisik sekolah, termasuk materi penjelasan pembelajaran daring dalam hal ini menggunakan WhatsApp online.
“Kita berharap melalui MPLS ini para siswa yang ada lebih dekat dalam mengenal sekolah dan dewan guru yang ada. Dan mereka terus termotivasu untuk meningkatkan prestasi baik akademik maupun non
akademik,” tukasnya. (**)











