Pasien Covid-19 di Pagaralam Terus Meningkat, Akad Nikah Dilarang Digelar di Rumah

Kepala Kemenag Kota Pagaralam, H Win Hartan.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Terus meningkatkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan menjadi perhatian Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Bacaan Lainnya

Dengan terus bertambahnya warga Pagaralam yang positif terinfeksi virus Corona, Kemenag Kota Pagaralam mengeluarkan surat edaran.

Surat edaran itu tercata di Nomor: 771/KK.06.12.5/HM.00/10/2020 tentang pencegahan penularan Covid-19.

Berdasarkan hasil keputusan rapat Satgas Covid-19 ditetapkan bahwa per tanggal 6 Oktober 2020 sampai 1 Desember 2020 pelaksanaan akad nikah kembali dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Masyarakat juga dilarang melaksanakan hajatan atau resepsi atau mengumpulkan orang lebih dari 20 orang.

Takziah (orang meninggal dunia) diimbau hanya dihadiri keluarga terdekat dan orang yang ada di lingkungan rumah duka.

Apabila masyarakat melanggar ketentuan yang tercantum surat edaran Kemenag akan sanksi sesuai dengan Perwako No 30 Tahun 2020.

Kepala Kemenag Kota Pagaralam, H Win Hartan mengatakan, pihaknya memerintahkan semua Penghulu dan P3N untuk tidak menikahkan warga di rumah.

“Semua aktivitas akad nikah yang akan dicatat melalui Kantor Urusan Agama dan digelar disana dan tidak boleh digelar di rumah,” jelasnya.

Kemenag tidak akan melayani permintaan pelaksanaan akad nikah di kediaman pemohon.

“Kita tidak akan tegaskan aturan ini. Jadi semua akad nikah digelar di KUA dan tidak di rumah. Bahkan kita sudah ingatkan semua Penghulu dan P3N untuk tidak menikahkan warga di rumah,” tegasnya.

Jika ada oknum penghulu atau P3N yang tetap melakukan akad nikah di rumah maka tidak akan dikeluarkan surat nikahnya.

“Kita tidak akan keluarkan surat nikah bagi warga yang tetap melaksanakan akad nikah di rumah,” tegasnya.

Sedang sanksi yang akan diberikan kepada penghulu atau P3N yang bandel, akan dicabut izinnya sebagai penghulu atau P3N. “Kita cabut izinnya dan akan kita sanksi tegas,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, hingga hari ini, Rabu (7/10), jumlah pasien Covid-19 sebanyak 21 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam, Drs Syamsul Bahri Burlian, MSi mengatakan, pasien dengan label kasus 021 merupakan warga Pagaralam yang berdomisili di Dusun Joko, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam.

“Saat ini yang bersangkutan sedang diisolasi di RS Basemah Pagaralam,” kata Samsul. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.