Pasca-Serangan Harimau, Pemkot Pagaralam dan Pihak Terkait Sepakat Melarang Aktivitas di Kawasan Hutan Lindung

Rabu, 4 Desember 2019
Suasana rapat terpadu Pemkot Pagar Alam bersama Polres Pagar Alam, Kodim 0405, BKSDA Sumsel dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo, di ruang rapat Besemah I Setdako Pagar Alam, Selasa (3/12/2019).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pasca-serangan harimau yang sudah menimpa tiga warga, Pemkot Pagaralam menggelar rapat terpadu bersama Polres Pagaralam, Kodim 0405, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo di ruang rapat Besemah I Setdako Pagaralam, Selasa (3/12/2019).

Rapat yang dipimpin Walikota Pagaralam Alpian Maskoni didampingi Wakil Walikota Muhammad Fadli tersebut diawali dengan mendengarkan laporan hasil pengamatan pihak BKSDA Sumsel terhadap satwa liar tersebut.

Read More

Dalam laporannya, BKSDA menjelaskan jika serangan satwa liar terhadap tiga warga di lokasi berbeda dalam satu bulan terakhir, seluruhnya terjadi berdekatan dengan kawasan hutan lindung yang merupakan habitat harimau.

Menurut pihak BKSDA, adanya aktivitas manusia dalam kawasan hutan lindung sangat berisiko menimbulkan interaksi dengan harimau.

Sebab hutan lindung merupakan habitat harimau. Oleh karena itu pihak BKSDA hanya bisa mengimbau agar warga selalu waspada jika berada di kawasan hutan lindung.

Sementara itu, KPH Wilayah X Dempo mengaku belum dapat maksimal dalam melaksanakan tugas pengawasan dan patroli di kawasan hutan lindung lantaran minimnya jumlah personel Polisi Hutan (Polhut) dan sarana pendukung.

Setelah mendengar laporan dari dua instansi tersebut, rapat terpadu Pemkot Pagaralam dan pihak terkait memutuskan untuk melarang aktivitas apapun di kawasan hutan lindung. Larangan ini bertujuan agar kawasan hutan lindung yang menjadi habitat harimau tidak terganggu.

Selanjutnya pihak BKSDA Sumsel dan KPH Wilayah X Dempo diminta agar terus melakukan pengawasan di kawasan hutan lindung untuk memastikan aman dari aktivitas manusia.

Sebelumnya, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni telah mengimbau masyarakat yang memiliki kebun jauh dari pemukiman, untuk sementara waktu pulang dulu ke rumah masing-masing, sembari menunggu informasi terbaru dari pihak BKSDA.

Walikota juga mengimbau kepada para pengunjung dari luar Pagaralam, agar tidak ragu-ragu untuk berwisata ke kawasan wisata Gunung Dempo, dengan tetap menjaga prinsip kewaspadaan dan kehati-hatian. Untuk sementara waktu, para wisatawan juga dilarang untuk berkemah di kawasan Gunung Dempo Pagaralam. (ric)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts