Baturaja, Sumselupdate.com – Pasca pemeriksaan makanan dan minuman di Pasar Bedug Baturaja oleh petugas Balai Besar Pemeriksaan Obat dan makanan (BBPOM) Palembang beberapa waktu lalu, kini omset pedagang berkurang drastis di banding awal puasa lalu.
Pantauan di lapangan, banyak pedagang harus bersabar menunggu pembeli, hingga menjelang buka puasa pun tak sedikit pedagang harus gigit jari, lantaran dagangan mereka tak laku alias masih banyak.
Hal tersebut diakui para pedagang, seperti dikatakan Des, salah satu pedagang es buah ini bercerita jika jualanya sangat sepi pembeli. Dibanding pekan pertama puasa omset yang didapat berkurang drastis. “Sangat sepi, apalagi sejak adanya pemeriksaan lalu,” kata Des, Rabu (14/6/2017).
Hal ini tentu membuat para pedagang merugi, lantaran makanan dan minuman yang telah dibuat tidak 100 persen bisa dijual lagi. “Kalau yang basi kan tidak mungkin kita jual. Seperti lauk pauk,” ucap pedagang lainya.
Sebelumnya BBPOM Palembang menemukan setidaknya 15 makanan mengandung formalin dan dua makanan mengandung boraks yang dijajakanpara pedagang pasar bedug Baturaja, Kabupaten OKU.
Dari 22 sample makanan, 15 mengandung formalin dan 2 boraks tersebut didapati petugas di makanan jenis mie kuning kiloan. “Mie kiloan ini dipastikan 90 suspect mengandung formalin dan boraks,” terang Kepala Layanan Informasi Konsumen BPOM Gustini SKM beberapa waktu lalu.
Menurutnya para pembuat mie ini menggunakan formalin dan boraks agar mie yang dijual tahan lama, para pembeli juga biasanya hanya memikirkan harga murah, jadi tidak teliti dalam berbelanja.
Tak hanya itu, dari tes yang dilakukan oleh petugas yang membawa mobil laboratorium mini ini ada beberapa makanan lain mengandung formalin. “Semua makanan yang mengandung formalin dan boraks akan kita sita dan dimusnahkan,” tegasnya. (wid)











