Pasca Bocah Tewas Digigit Anjing, Petugas Gabungan Musnahkan 6 Ekor Anjing Liar

Kamis, 5 Januari 2017
Petugas Kepolisian bersama masyarakat saat melihat mayat anjing liar usai dilumpuhkan petugas gabungan.

Palembang, Sumselupdate.com – Usai tewasnya Arkat (11) bin Zakaria, warga Jalan Jepang, RT 50, RW 06, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang. Akibat leher dan sekujur tubuhnya digigit anjing liar  saat sedang mengejar layang-layang yang putus bersama temannya di persawahan yang berada tak jauh dari kediamannya, Rabu (4/1/2017) siang.

Petugas gabungan terdiri  unsur Muspika seperti polsek, camat, dan koramil serta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang langsung melakukan patroli guna  memberantas keberadaan anjing liar tersebut.

Read More

“Tindak lanjut daripada pencarian anjing-anjing yang mengigit anak-anak di Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, hari ini tim gabungan Muspika Kertapati bersama Unit Pidsus Sat Reskrim Polresta Palembang, Dinas Peternakan Kota Palembang, Perbakin, dan warga berhasil melumpuhkan 4 ekor lagi anjing liar pada hari Kamis dan Rabu malamnya sudah melumpuhkan 2 ekor anjing. Sekarang petugas gabungan sedang memburu 4 ekor anjing liar lagi,” sebut Kasat Reskrim Polresta Palembang,Kompol Marlyu Pardede.

Sebelumnya, Arkat bocah berusia 11 tahun, harus merenggang nyawa setelah lehernya digigit 6 anjing liar sehingga membuatnya nyawa tidak tertolong, meski sempat dilarikan ke RS Bari.

Saat itu korban yang masih duduk di bangku sekolah SD ini sedang bermain layangan di belakang rumahnya Jalan Nilakandi, RT 50, RW 06, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, sekitar pukul 13.00.

Kemudian saat mengejar layangan yang putus, korban langsung didekati segerombolan anjing liar yang langsung menyerangnya. Tak pelak korban tidak dapat berbuat banyak, hanya dapat menjerit minta tolong.

“Kami lihat ada enam ekor anjing yang langsung menyerang dia. Korban menjerit-jerit dan  langsung tolong. Setelah kami usir anjing itu baru lari dan kami bawa tubuh korban ke RSUD Palembang BARI. Namun sayang, saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban mengembuskan nafas terakhirnya. Kalau masih di tempat kejadian perkara (TKP) denyut nadinya masih ada, tetapi setiba di rumah sakit sudah meninggal. Kami berharap, pemerintah cepat mengambil tindakan, karena nyawa anak-anak kami semuanya terancam,” sebut Kailan, tetangga korban.

Pihak RSUD Palembang BARI sempat  melakukan visum sementara terhadap korban. Kemudian, jasad korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts