Palembang, Sumselupdate.com – Muhammad Wahyu Sadam (16), Zan Kurniawan (31), Riko Apriansyah (22) dan Muhammad Raden Rizki (20) terpaksa berurusan dengan petugas Reskrim Polsek Seberang Ulu (SU) I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.
Pasalnya, keempatnya secara membabi buta membacok tubuh Hermansyah (36), warga Jalan Aiptu A Wahab, RT 08 RW 02, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan SU I, Palembang hingga menyebabkan kotban meninggal dunia, Selasa (25/9/2019).
Namun sebelum menghabisi nyawa korban, keempat terlebih dahulu mendapat bacokan dari samurai yang dibawa korban hingga keempatnya mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
“Para tersangka masih dalam perawatan di rumah sakit, akibat luka bacokan korban. Meski dalam perawatan, anggota tetap melakukan penjagaan,” ujar Kapolsek Seberang Ulu I, Kompol Mayestika Hidayat melalui Kanit Reskrim, Iptu Irwan Sidik.
Dikatakan Irwan, kejadian bermula karena salah paham empat hari yang lalu, tepatnya di Jalan Majapahit Lorong Majapahit 8, RT 02, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan SU I Palembang.
“Jadi kasus ini berawal empat hari yang lalu, korban terlibat pertengkaran dengan seseorang warga di Kelurahan 15 Ulu. Kebetulan, ibu kandung tersangka Sadam yang bernama Rosnaini melintas di depan korban sembari bertanya. Namun, pertanyaan ‘ada apa’ dari Rosnaini dijawab korban ‘siapa yang hebat, ku kapak’ membuat Rosnaini memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan meninggalkan korban,” paparnya.
Diduga tersinggung sikap dan ucapan Rosnaini, selang beberapa hari kemudian, korban Hermansyah ditemani rekannya Hamzah mendatangi kediaman tersangka Sadam, namun saat itu Sadam tidak ada di rumah.
Tak berhasil menemui Sadam, korban yang menenteng senjata tajam jenis samurai, tiba-tiba menyerang rekan Sadam bernama Riko yang saat itu ada di lokasi kejadian.
Melihat Riko dianiaya dengan senjata tajam, rekannya Wawan, Sadam, dan Raden yang datang tak lama kejadian, mencoba menghentikan amarah korban. Namun justru ketiganya mendapat beberapa bacokan dari senjata tajam yang dibawa korban.
Melihat korban yang terus mengamuk, emosi keempat memuncak dan secara membabi buta menyabetkan senjata tajam ke tubuh korban. Melihat rekannya dikeroyok, teman korban bernama Hamzah memutuskan untuk kabur.
“Rekan yang diajak korban bernama Hamzah memutuskan untuk melarikan diri dan meninggalkan korban di lokasi kejadian. Karena kesal dengan ulah korban akhirnya keempat pelaku mengeroyok korban hingga mengalami luka bacok di bagian kepala, putus di bagian kaki kiri, dan tangan kiri nyaris putus. Kini kami sudah amankan sebilah senjata tajam jenis pedang, sandal, sarung pedang dan sepotong kayu untuk penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya. (tra)











