Di Tengah Kesepakatan Damai, Israel Bombardir Lebanon hingga Tewaskan 47 Orang, Kejahatan Perang Disorot

Writer: - Sabtu, 20 Juni 2026
Foto yang diabadikan pada 15 Juni 2026 ini menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di Nabatieh, Lebanon selatan. (Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut/Teheran, Sumselupdate.com – Sedikitnya 47 orang tewas dan 97 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara intensif Israel yang menghantam sejumlah wilayah di Lebanon sepanjang Jumat (19/6/2026), dari tengah malam hingga sore hari waktu setempat.

Data tersebut disampaikan Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon yang mencatat serangan terjadi di berbagai wilayah selatan dan timur Lebanon, termasuk distrik Nabatieh, Tyre, Bint Jbeil, Jezzine, dan Baalbek.

Read More

Sejumlah korban dilaporkan tewas dalam serangan udara yang menyasar sebuah pertanian di wilayah Jamaliyeh, Distrik Baalbek. Korban lainnya jatuh akibat serangan drone di Rihan, Distrik Jezzine, serta di sepanjang jalan raya Deir al-Zahrani-Nabatieh.

Serangan tersebut terjadi di tengah upaya penghentian konflik yang sebelumnya diatur dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan itu mencakup penghentian operasi militer di berbagai lini konflik, termasuk wilayah Lebanon.

Menanggapi perkembangan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

Baghaei menegaskan bahwa penghentian perang di Lebanon merupakan bagian integral dari kesepakatan yang telah dicapai antara AS dan Iran. Karena itu, menurutnya, Washington memiliki tanggung jawab langsung atas situasi yang terjadi saat ini.

“Penghentian perang di Lebanon secara eksplisit dianggap sebagai bagian integral dari MoU AS-Iran,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Ia juga menegaskan bahwa Iran akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan, keamanan, dan hak-haknya, termasuk kepentingan dan keamanan para sekutunya.

Sementara itu, media Israel Channel 12 melaporkan bahwa Israel dan Hizbullah telah mencapai kesepakatan gencatan senjata. Informasi tersebut disampaikan dengan mengutip seorang pejabat Israel.

Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak terkait implementasi maupun rincian kesepakatan gencatan senjata tersebut, sementara serangan dan ketegangan di kawasan masih terus berlangsung.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts