Pantau Lokasi Banjir di OKU, Alex: Jembatan Gantung Putus Harus Dibangun Baru

Kamis, 8 Maret 2018
Gubernur Sumsel Alex Noerdin didampingi Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar meninjau jembatan gantung yang putus di Desa Tanjung Dalam.

Baturaja, Sumselupdate.com – Merasa berkewajiban melihat warga yang terkena musibah, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mendatangi beberapa desa yang diterjang banjir akibat luapan Sungai Ogan, di Kabupaten OKU, Kamis (8/3/2018).

“Harusnya kemarin saya ke sini, tapi saat pulang dari Jakarta sudah Maghrib, jadi saya datang pagi-pagi ke sini,” ucapnya saat datang ke lokasi.

Read More

Setelah meninjau lokasi dua jembatan gantung dengan panjang sekitar 135 meter yang putus akibat banjir, menurutnya bukan dilakukan perbaikan melainkan membuat jembatan baru.

Selain itu dirinya juga sudah melaporkan hal itu ke Menteri Pekerjaan Umum dan kementerian meminta agar mengirim surat pengajuan untuk pembangunan jembatan gantung baru.

“Pak Wabub, saat saya pulang dari sini surat pengajuan harus sudah siap dan akan saya bawa sendiri ke Menteri PU. Yang jelas akhir tahun dua jembatan itu sudah dibangun baru,” tegasnya.

“Karena kalau hanya diperbaiki, air tinggi lagi pasti hancur lagi jembatan itu dan itu nanti akan di tinggikan, seluruh teknisnya kita yang urus, yang penting warga harus sabar,” katanya.

Sementara itu dampak dari meluap nya Sungai Ogan, sedikitnya 1.289 rumah dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terendam banjir serta jembatan gantung di Desa Banuayu dan Tanjung Dalam, Kecamatan Lubuk Batang putus.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati OKU Drs Johan Anuar SH MM saat memberikan sambutan di depan Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat Gubernur meninjau 2 jembatan gantung yang putus.

Ribuan rumah yang terdampak banjir, diantaranya Kecamatan Baturaja Timur, 150 rumah di kelurahan Kemalaraja, Desa Tanjung Kemala 97 rumah serta didesa Terusan 18 rumah. Kemudian Kecamatan Lubuk Batang.

Kemudian di Desa Lubuk Batang Lama ada 450 rumah terendam banjir, 25 rumah serta 1 jembatan gantung putus, Desa Gunung Meraksa 74 rumah dan Desa Tanjung Dalam 1 jembatan gantung putus.

“Untuk di Kecamatan Peninjauan desa Kepayang yang paling banyak rumah terendam air sebanyak 300 rumah 150 rumah Desa Belimbing dan 5 rumah didesa Kedondong. Sedangkan Kecamatan Baturaja Barat hanya 20 rumah yang terendam air,” kata Johan Anuar.

Dirinya berharao dengan kedatangan Gubernur Sumsel tersebut akan ada solusi bagi fasilitas umum yang memang harus segera diperbaiki. “Karena 2 jembatan yang putus ini sangat perlu segera diperbaiki, mengingat jembatan itu menghubungkan beberapa desa. Saat ini warga terpaksa harus memutar lewat jalan yang cukup jauh,” imbuhnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts