PALI, sumselupdate.com – Rencana Pemerintah Kabupaten PALI menjadikan Bumi Serepat Serasan menjadi salah satu lumbung padi di Provinsi Sumatera Selatan segera terwujud. Pembukaan 2300 hektare lahan sawah terus dilakukan di Desa Pengabuan kecamatan Abab dan Desa Tempirai kecamatan Penukal Utara yang ditargetkan selesai pada November tahun ini.
Dari pantauan awak media di lapangan, tampak 4 alat berat bekerja membuka lahan tidur menjadi sawah, yang nantinya ribuan hektar lahan sawah tersebut akan diserahkan ke masyarakat Desa tersebut.
“Kami sangat gembira sekali, disaat harga getah tidak menentu, pemerintah membuka lahan yang selama ini mubazir menjadi pesawahan,” kata Anto Kepala Desa Pengabuan, Minggu (10/4).
Namun diakuinya, bahwa pembukaan lahan sawah di desanya yang merupakan lahan tidur milik pemerintah banyak kendala yang ditemui.
“Kebanyakan kendalanya masyarakat mengklaim lahan yang akan dibuka untuk sawah adalah miliknya, tetapi kita punya dasar apabila lahan tersebut memang sudah digarap kita akan serahkan kepada warga yang menggarapnya, tetapi tetap kita bantu buka agar lahan tersebut layak tanam. Namun kalau kosong bertahun-tahun akan kita berikan kepada masyarakat dengan pembagian melalui rapat Desa terlebih dahulu,” bebernya.
Rencananya, lanjut Anto. Setiap Kepala keluarga (KK) akan mendapat satu hektare lahan sawah siap tanam.
“Tugas pemerintah Desa adalah pembagian lahan sawah yang sudah jadi, kalau pekerjaan cetak sawah oleh anggota TNI. Rencananya 1 hektare/KK, karena di Desa Pengabuan tercatat ada 1700 KK sementara pembukaan lahan sawah disini 1860 hektare,” jelasnya.
Sebelumnya, Torus Simbolon kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan kabupaten PALI mengatakan bahwa pencetakan lahan sawah 2300 hektare, di Desa Pengabuan seluas 1860 hektare dan Tempirai 440 hektare ini akan selesai pada bulan November.
“Nantinya masyarakat selain diberi lahan juga akan dibekali pengetahuan serta akan dibantu bibit serta alat pendukung lainya, ini sebagai usaha pemerintah agar program ini berhasil yang nantinya masyarakat itu sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Torus menjelaskan bahwa proses tanam padi tidak menunggu pekerjaan cetak sawah selesai, namun akan bertahap.
“Kita tidak menunggu selesai semua, namun akan bertahap. 20 hektar yang sudah selesai akan diserahkan kepada warga untuk ditanam.Target kita bulan Mei mendatang, 500 hektar yang sudah tanam dan direncanakan pada bulan November mulai panen perdana,” terangnya. (adj)











