Palembang, Tidak Sekedar Surga Mice Tetapi Juga Bisnis Perhotelan

Kota Palembang, siapa yang saat ini tidak kenal dengan kota satu ini. Sebuah kota yang terkenal dengan Sungai Musi dan  Jembatan Amperanya yang megah. Sejak sukses dalam menyelenggarakan beragam event internasional, kini Palembang menjadi incaran para pelaku bisnis salah satunya bisnis perhotelan.

Potensi Kota Palembang memang begitu menarik, tidak saja karena kualitas infrastruktur yang semakin maju dan berkembang sejak adanya beberapa event international. Tetapi Kota Palembangpun menjadi lokasi yang strategis karena berada di tengah Propinsi Sumatera. Kondisi ini bisa jadi merupakan lokasi yang menarik bagi para pelaku industri yang ingin menggarap pasar  Sumatera. Sehingga tidak heran, saat ini beberapa pelaku bisnis begitu antusias untuk melakukan pengembangan usahanya di kota yang terkenal dengan makanan khasnya empek-empek.

Bacaan Lainnya

Salah satu pelaku bisnis yang saat ini begitu gencar dalam pengembangan bisnisnya terutama di sektor perhotelan adalah OYO Hotels & Homes Indonesia. Konsepnya yang menarik dan memadukan aplikasi teknologi informasi pada akhirnya memang membuat perkembangan bisnis dari OYO Hotels begitu menarik.

Sebagai informasi terbaru dari OYO, hingga memasuki bulan Agustus 2019 perusahaan ini telah berhasil memimpin Industri Perhotelan di Indonesia dengan kemampuannya memaintenance lebih dari 1.000 hotel, dengan kapasitas 27.000 kamar dan 1.200 mitra pemilik hotel.   Dimana ke 1.000 hotel itu sendiri menurut data tersebar di 100 kota yang ada di Sabang hingga Kupang.

Ada beberapa hal yang membuat saat ini Kota Palembang begitu menarik bagi para pelaku bisnis. (1)  Sebagai sebuah kota tertua yang ada di Indonesia, Kota Palembang jelas menyimpan begitu banyak potensi wisata baik wisata budaya, wisata alam ataupun wisata bisnis seperti MICE. Hal ini  jelas memberikan satu keuntungan untuk para pelaku industri hotel yang ada di Palembang. (2). Berdasarkan rencana yang saat ini sedang di canangkan oleh Kementerian Bappenas/PPN Republik Indonesia, dimana Kota Palembang dijadikan salah satu kawasan kota Metropolitan di Indonesia. Dengan pencanangan seperti ini maka secara otomatis, segala hal yang terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana kawasan Metropolitan akan segera di wujudkan di Kota Palembang.

Itu baru dari sisi infrastruktur yang terdapat di Kota Palembang.  Di luar itu, seperti yang disampaikan Herlan Aspiuddin, Ketua PHRI Sumatera Selatan, “Perkembangan bisnis hotel di cukup baik, terbukti dalam kurun waktu 3 tahun terdapat peningkatan  yang cukup signifikant. Dari tahun 2015 hotel yang beroperasi 8.500 yang sudah beroperasi.  Dan kondisi tersebut meningkat sekitar 3.500 kamar hotel baru dengan total kamar hotel di tahun 2018 menjadi 12.000. Dimana dari 12.000 kamar hotel tersebut termasuk diantaranya   kamar hotel dari hotel-hotel luks yang ada di Kota Palembang.  Sementara menyangkut tingkat huniannya sendiri, rata-rata diatas 60% dengan tingkat hunian hotel bintang 4 justru diatas 70%.

Dengan kondisi tersebut, jelas memperlihatkan bagaimana menariknya potensi bisnis di sektor perhotelan yang ada di Kota Palembang.   Sehingga wajar jika OYO Hotel & Homes Indonesia menargetkan Kota  Palembang sebagai strategi utama dalam pengembangan bisnisnya dimasa kini dan mendatang.

Sementara terkait bagaimana pelaku bisnis perhotelan mencoba mengembangkan potensi bisnisnya agar bisa berkembang lebih baik di Era Industri 4.0.  Maka ada beberapa hal yang mesti menjadi perhatian. Hal itu sesuai dengan tren yang terjadi dalam bisnis perhotelan yang ada di Indonesia pada tahun 2019 ini. (1) Personifikasi atau model pelayanan yang bersifat personal pada akhirnya menjadi salah satu tren yang akan terjadi di bisnis perhotelan saat  ini.  Hal ini menjadi begitu penting karena hotel adalah salah satu jenis bisnis yang mengutamakan pelayanan (service) (2) Era Industri 4.0 memang sedikit banyak merubah pola kerja dan strategi bisnis yang di jalankan oleh perusahaan. Konsep itu pula yang pada akhirnya terjadi dalam industri perhotelan,  bahwa kolaborasi bisnis baik dalam operasional ataupun manajemen bisnis bisa  di jalankan secara bersama-sama.

(3) Perlunya pihak manajemen hotel memanfaatkan teknologi informasi guna mendukung sistem kerja dari manajemene hotel. Kenapa, karena dengan bantuan teknologi tersebut manajemen hotel bisa mendapatkan  beberapa informasi personal dari customer yang bersangkutan. (4). Perlunya manajemen hotel melakukan peningkatan kemampuan sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang berjalan. Ambil contoh, jika saat ini sedang berlangsung Era Industri 4.0, maka sudah selayaknya jika manajemen hotel menerapkan aplikasi teknologi guna mendukung peningkatan kinerja hotel yang bersangkutan . (5). Memaksimalkan potensi peningkatan keamanan dari perangkat teknologi yang ada dikantor pengelola hotel yang bersangkutan. Sehingga dengan peningkatan tersebut data base customer yang sudah terupdate di manajemen hotel akan tersimpan dengan baik. Dimana bisa jadi database itulah yang nantinya akan bisa di gunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 

CRM, SALAH SATU APLIKASI PENTING GUNA MENUNJANG PERKEMBANGAN BISNIS PERHOTELAN

Dari 5 tren kondisi yang terjadi pada bisnis perhotelan di Indonesia.  Pada akhirnya kita bisa melihat bahwa peran aplikasi teknologi pada akhirnya bisa menjadi salah satu alternatif solution terbaik bagi manajemen perusahaan. Dimana fungsi aplikasi teknologi tersebut bukan semata untuk meningkatkan perusahaan tetapi juga untuk menjadikan salah satu strategi jitu perusahaan dalam menghadapi tantangan yang semakin pesat di industri perhotelan.

Menyikapi kondisi yang saat ini sedang terjadi dalam bisnis perhotelan di Indonesia, Handri Kosada, CEO Barantum memberikan perspektif bisnisnya,” Jika kita melihat tren dan arah perkembangan bisnis perhotelan saat ini.  Sebenarnya ada satu hal yang bisa menjadi benang merah dari ke-5 tren yang saat  ini sedang berlangsung. Dimana inti dari perubahan tersebut kesemuanya bersumber dari data base customer.

Dimana database customer itulah yang jika manajemen hotel bisa memaksimalkannya menjadi sebuah potensial bisnis bagi perusahaan. Maka hal itu justru menjadi satu keunggulan tersendiri  bagi hotel yang bersangkutan. Dalam kondisi inilah, Handri Kosada dari www.barantum.com melihat bahwa penggunaan CRM ( customer relationship management ) adalah suatu keharusan bagi pelaku bisnis perhotelan di Indonesia.

Apa yang di utarakan Handri tersebut memang masuk akal. Kenapa, karena dengan semakin tingginya angka persaingan dalam industri perhotelan maka Divisi Sales & Marketing dalam sebuah perusahaan mesti bersikap agresif terhadap customer yang menjadi target marketnya. Dimana agresif-nya mereka mesti di dukung dengan sebuah aplikasi yang ampuh. Itulah kenapa, pada akhirnya dengan semakin pesatnya perkembangan bisnis pariwisata dan perhotelan yang sudah merambah teknologi digital, maka peran CRM harus mulai menjadi perhatian pelaku industri.

Menarik memang ketika kita bicara soal industri perhotelan saat ini. Ketika klasifikasi hotel saat ini tidak lagi menjadi satu hal yang cukup di perhitungkan oleh customer. Justru dari laporan research yang di keluarkan  oleh Colliers International Indonesia, justru penambahan jumlah kamar hotel terjadi setiap tahunnya. Setidaknya dari tahun 2019 hingga 2021 prediksinya terjadi penambahan jumlah kamar hotel yang cukup banyak dari 2019 ( 2.282 kamar ) 2020 ( 874 kamar ) dan 2021 ( 200 kamar ).

Deskripsinya untuk pasokan kamar hotel yang ada di tahun 2019 ( 21% berasal dari hotel bintang 5, 57% berasal dari hotel bintang 4, 22% untuk hotel bintang 3). Sedangkan tingkat hunian yang terjadi sepanjang tahun 2018 sendiri walau belum bisa di katakan maksimal berada pada level Average Occupancy Rate (AOR) 62,8% dengan Average Daily Rate (ADR) mencapai US$ 75.(**)

**) ACHMAD SOHEH, Penulis di berbagai majalah dan media online

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar

  1. Tidak salah jika saat ini Palembang bisa menjadi salah satu lokasi favorit investasi di Indonesia..karena selain memiliki potensi yang cukup baik. adanya dukungan dari pemerintah daerah pun begitu kuat untuk pengembangan investasi di Palembang.