Orangtua Diminta Ajak Balita Ikuti PIN Polio

Selasa, 1 Maret 2016
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt MKes.

Palembang, Sumselupdate.com – Kesadaran orangtua diharapkan bisa mengikutsertakan anaknya pada Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang akan berlangsung 8-15 Maret 2016. Pemerintah pusat telah mencanangkan Indonesia bebas polio sejak 2014 lalu. Sehingga 2020 nanti sudah tidak ada lagi pengidap polio di Indonesia.

“Pemprov Sumsel pun memastikan anak-anak terlindung dari polio. Sejak lahir anak-anak sudah mendapat imunisasi di posyandu sebanyak empat dosis untuk polio. Imunisasi ini wajib diberikan pada anak dan merupakan hak anak. Tidak boleh ada orangtua yang melarang sang anak mendapat vaksin. Bahkan, orang lain pun tidak boleh menghalang-halangi anak diimunisasi,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt MKes pada Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan PIN Polio penggantian toPV menjadi bOPV dan Introduksi IPV di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (1/3).

Read More

Lesty mengatakan, polio ini bagian dari rencana eradikasi secara global. Indonesia bagian dari itu. Strategi kekebalan anak Indonesia dibuat PIN polio.

“Baru di Yogyakarta yang sudah pakai injeksi. Sedangkan provinsi lain termasuk Sumsel vaksin polio oral yang akan dilaksanakan 8-15 Maret 2016. Imunisasi polio ini penting agar anak tidak terkena polio atau lumpuh layu,” ungkap Lesty.

Menurutnya pada April 2016, dilakukan penggantian jenis vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) artinya mengganti jenis vaksin polio dari tiga tipe virus ke dua tipe virus.

Kemudian pada Juli 2016, dilakukan introduksi jenis vaksin Inactivated Polio Vaccine (IPV) atau vaksin dengan virus inaktif yang diberikan melalui suntikan kepada bayi usia empat bulan.

Adapun sasaran PIN Polio ini terhadap anak usia 0-59 bulan. Di Sumsel sendiri tercatat ada 861.249 anak.

“Harapan cakupan 95 persen anak dapat imunisasi polio melalui Pekan Imunisasi Nasional ini,” kata Lesty.

Menurut Lesty keberhasilan PIN Polio ini ujung tombaknya ada di Puskesmas bersama kader yang mengadakan.

“Tim teknis 7.463 Pos PIN. Tidak terlepas dari peran PKK dan pemerintah. Kegiatan PIN Polio ini sudah kita sampaikan melalui Surat Edaran Gubernur kepada kabupaten/kota untuk melaksanakan PIN polio. Warga yang masih ragu mengkhawatirkan kehalalan vaksin secara keseluruhan sudah ada surat dari MUI No 4 Tahun 2016 bahwa imunisasi diperbolehkan. PIN polio ditetes. Sangat jarang ada dampak KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi). Sosialisasi ke kabupaten/kota dan memberikan informasi ke media cetak. Talkshow di radio dan interaktif di televisi,” terangnya. (osr)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts