Omzet Penjual Hewan Kurban Berkurang

Minggu, 20 Agustus 2017

PALI, Sumselupdate.com – Menjelang hari raya Idul Adha, penjual hewan qurban menjamur di Kabupaten PALI. Mulai dari pintu masuk PALI sampai ke pelosok terlihat penjual hewan kurban dengan mendirikan tenda-tenda di pinggir jalan raya.

Akibat banyaknya penjual hewan kurban, pedagang pun mengaku omzet mereka turun karena persaingan antar pedagang cukup ketat. Sebut saja Pasril (40), salah satu pedagang hewan kurban yang membuka lapak di Desa Babat Kecamatan Penukal mengeluh pendapatannya tahun ini jauh menurun.

Read More

“Tahun lalu dua minggu sebelum lebaran kami bisa jual sekitar 40 ekor kambing, namun tahun ini baru 15 ekor. Walaupun terlihat sudah ramai pembeli, tapi dibanding tahun lalu jauh menurun,” keluh Pasril, Minggu (20/8/2017).

Padahal diakuinya, masalah harga kambing maupun sapi tahun ini tidak mengalami kenaikan.

“Coba lihat sepanjang jalan mulai dari Teluk Lubuk, Pendopo dan Tanah Abang, pedagang hewan kurban bertambah banyak. Itulah penyebab berkurangnya omzet kami, padahal kalau harga tidak naik. Kambing paling besar  dijual sekitar Rp3 juta dan yang kecil Rp2,5 juta. Kalau sapi harus pesan dulu, harganya dikisaran Rp10-15 juta untuk sapi lokal,” urainya.

Sementara itu, Zahari, pembeli hewan kurban asal Desa Air Itam, Kecamatan Penukal mengatakan bahwa banyak pedagang hewan kurban membantu dirinya untuk memilih.

“Harganya bersaing, kami cari kambing paling murah, yang besar dan tentunya kami cari penjual yang dekat dengan rumah kami, agar biaya angkutan bisa lebih ringan,” ucapnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts