OKU Timur Geger, Satu Hari Dua Warga Tewas Tergantung, Satu Korban Ditemukan Kejanggalan

DAK (20), ditemukan tewas tergantung tapi penuh kejanggalan.

Laporan : Rahmat Agusman

Martapura, Sumselupdate.com – Miris, dalam satu hari ada dua warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang tewas gantung diri. Satu korban masih dalam dugaan karena tewas dengan kejanggalan dan satu lagi depresi karena sakit.

Bacaan Lainnya

Korban pertama adalah gadis berinisial DAK (20), warga Desa  Nusa Raya, Kecamatan Belitang lll, Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Ia merupakan warga dari Desa Simpang Agung Kabupaten OKU Selatan.

Menurut keterangan kepolisian, DAK (20) ditemukan tewas yang diduga gantung diri oleh bibinya sekitar pukul 05.00 WIB, Kamis, (4/2/2021). Saat itu bibi korban bernama Herawati, hendak berangkat sholat subuh ke Musholla, korban sempat diajak sholat, namun menolak dan akhirnya bibinya tersebut memintanya memasak saja.

“Ketika pulang sholat subuh, bibinya dikejutkan melihat tubuh korban yang sudah tergantung di belakang rumah,” ungkap Kapolres OKUT AKBP Dalizon SIK MH melalui Kasubbag Humas Polres OKUT, IPTU Edi Arianto, Jumat, (5/02/2021).

Dijelaskan, jika kematian DAK terlihat banyak kejanggalan yang ditemukan oleh tim medis. Ia juga mengatakan DAK (20) merupakan warga pendatang di Desa Nusa Raya tersebut dan tinggal bersama bibinya.

Warga Desa Tanjung Kemuning Kecamatan Belitang ll, Kabupaten OKUT yang gantung diri.

“Sebelum tubuhnya diturunkan, Kapolsek Belitang lll AKP Mulyadi bersama anggotanya juga telah memeriksa TKP dan mengamankan barang bukti. Selain itu juga berkoordinasi dengan tim INAFIS Polres OKUT,” ucapnya.

Selanjutnya, peristiwa yang hampir sama terjadi di Desa Tanjung Kemuning Kecamatan Belitang ll, Kabupaten OKUT. Peristiwa terjadi pada hari yang sama, Kamis, (4/2/2021) sekitar pukul 11.30 WIB.

Ia menyebutkan, jika korban sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri seperti meneguk racun tikus.

“Korban pernah meminum racun tikus untuk bunuh diri, namun ketahuan keluarga. Keterangan dari keluarga, memang korban mengalami depresi karena sakit yang dialaminya,” katanya.

Saat kejadian yang pertama kali menemukan tubuh korban ialah anaknya yakni Ernawati (12) yang curiga karena ibunya tersebut lama di dalam kamar mandi.

Akibat rasa curiganya tersebut, lalu ia mengajak bibinya untuk membuka kamar mandi tersebut.

“Anaknya terkejut saat melihat sekujur tubuh sang ibu sudah tergantung di kamar mandi,” tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.