OKU Targetkan PAD Parkir Naik 100 Persen di 2017

Kamis, 10 November 2016
Ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com – Untuk melaksanakan kegiatan pembangunan daerah diperlukan sumber pembiayaan yang cukup besar. Namun, defisit anggaran secara nasional saat ini, membuat pemerintah pusat memangkas sejumlah anggaran yang imbasnya sampai ke daerah. Salah satunya Kabupaten OKU.

Padahal, diketahui bersama, bahwa sekitar 80 – 90 persen APBD daerah ini berasal dari pusat. Sehingga tak ada cara lain, salah satu upaya untuk melepaskan ketergantungan dana dari pusat, pemerintah daerah mesti mengenjot sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Read More

Selama ini PAD Kabupaten OKU dari berbagai sektor tiap tahunnya hanya menyumbang Rp85 miliar. Sedangkan potensinya masih bisa ditingkatkan.

Menurut Anggota Komisi I DPRD OKU, Yudi Purna Nugraha, selama ini potensi PAD yang ada belum dioptimalkan, padahal peluangnya cukup menjanjikan sebagai pemasukan kas daerah. Seperti pajak hiburan, perhotelan, rumah makan, retribusi parkir dan masih banyak lagi.

Sehingga dalam upaya meningkatkan PAD, sumber-sumber dari sektor yang disebut di atas perlu dioptimalkan dan ditingkatkan. Seperti parkir, targetnya akan ditingkatkan menjadi 100 persen. “Selama ini, PAD parkir hanya Rp100 juta tiap tahun. Tahun depan pendapatan dari sektor ini akan kita tingkatkan menjadi Rp200 juta lebih. Saya lupa angka pastinya,” kata Yudi.

Demikian pula dengan sektor lainnya, seperti pajak hiburan, rumah makan dan hotel juga akan ditingkatkan rata-rata sampai 50 persen. “Yang lain-lain itu kita targetkan meningkat rata-rata 50 persen,” sebut dia.

Mengenai parkir yang kabarnya akan dikelola pihak ketiga, Yudi menjelaskan, hal tersebut memang sudah ada Perda-nya dan sekarang sedang dalam proses. “Yang jelas, semua target PAD kita sesuaikan dengan RPJMD. Karena itu pedoman tiap pelaksanaan kegiatan. Tentu saja upaya peningkatannya akan dilakukan bertahap,” tandasnya.

Selama ini, PAD OKU dari sektor parkir, pajak hotel rumah makan, hiburan dll, dirasa tak masuk akal, mengingat potensi yang ada tadi. Bahkan, dituding banyak kebocoran.

Anggota Komisi I DPRD lainnya, Irsan Audi, berani menyebut target yang dipatok selama ini hanya ‘nembak pucuk kudo’. “Parkir, pajak perhotelan, rumah makan, hiburan dll, ngitung targetnyo nembak pucuk kudo. Dak masuk akal di banding potensi yang ada,” cetusnya. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts