Washington, sumselupdate.com– Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyatakan, tidak ada bukti langsung yang mengaitkan penyerang Orlando dengan kelompok militan Negara Islam atau ISIS.
Meskipun demikian, penyelidikan atas penembakan yang menewaskan sedikitnya 49 orang dan 53 lainnya cedera saat berada di sebuah bar gay di Orlando pada Minggu (12/6) itu, akan diperlakukan sebagai penyelidikan teroris.
Dilansir dari BBC, Obama saat bicara kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (13/6), menambahkan bahwa pelaku penembakan yang bernama Omar Mateen itu mungkin diinspirasi oleh informasi yang disebarkan para ekstemis di internet. Tapi tidak ada bukti bahwa dia merupakan bagian dari sebuah komplotan yang lebih besar.
Sebelumnya, sempat muncul banyak laporan yang menyebutkan bahwa penyerang sempat menyatakan kesetiaan kepada ISIS pada saat-saat akhir serangannya.
Sementara itu, di tengah isu penyerangan ini, Presiden Obama kembali mengangkat isu kepemilikan senjata.
“Kita harus melawan ekstremisme. Namun kita juga harus memastikan bahwa tidak mudah bagi seseorang, yang ingin melukai orang di negara ini, bisa memperoleh senjata,” tegas Obama.
Peristiwa penembakan di Orlando ini tercatat sebagai yang terburuk dengan jumlah korban jiwa terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat. (shn)











