Niat Bantu Temannya Dikeroyok, Indra Wahyudi Tewas Ditikam Saat Tawuran Antar-Remaja  

Kamis, 2 Maret 2023
Ichan menunjukkan foto anaknya Indra Wahyudi semasa hidup bersama keluarga.

Laporan: Candra Budiman

Palembang, Sumselupdate.com – Berawal dari ajakan tawuran lewat akun Instagram dengan nama official_anak gila, seorang remaja bernama Indra Wahyudi (18), warga Jalan Abikusno CS, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, tewas setelah bagian leher, lengan, dan kaki kanan ditembus pisau.

Read More

Tewasnya Indra Wahyudi dalam peristiwa tawuran antar-kelompok remaja di Jalan Abi kusno tepatnya di depan Dipo Pertamina Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang pada Selasa (1/3/2023) sekitar pukul 01.30 WIB.

Sebelum terjadinya aksi tawuran ini, korban bersama rekannya sudah chattingan dengan pihak lawan atau pemilik akun atas nama official_anak gila untuk bersama sama mengajak teman melakukan tawuran.

“Benar telah terjadi tawuran tersebut di lokasi kejadian dan menyebabkan satu korban meninggal dunia karena mengalami luka tusuk di bagian leher,” ungkap Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Alfredo saat dikonfirmasi via telpon, Kamis (2/3/2023).

Ketika mendapati ada peristiwa ini, menurut Alfredo, anggota langsung mendatangi TKP bersama Tim Inafis dan piket Reskrim Polrestabes Palembang.

“Langsung kita datangi TKP, dan membubarkan tawuran tersebut, mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi, guna penyelidikan lebih lanjut. sedangkan korban dibawa ke RS Muhammadiyah Palembang untuk dievakusi,” tuturnya.

Alfredo mengimbau kepada pelaku untuk menyerahkan dirinya kepada pihak kepolisian.

“Nama dan identitas sudah kita kantongi, saya harap agar pelaku menyerahkan diri. Saat ini satu pelaku yakni YD sudah berhasil ditangkap dan hingga kini jajaran Reskrim Polsek Kertapati Palembang lagi melakukan pengembangan, untuk menangkap pelaku lainnya,” tegasnya.

Jasad Indra Wahyudi saat berada di RS Muhamadiyah Palembang.

Terpisah, Teguh (39) warga sekitar yang merupakan tetangga korban mengatakan peristiwa tawuran tersebut terjadi pada dini hari.

“Kronologisnya saya kurang tahu Pak. Tapi saat itu saya melihat remaja itu sudah ramai di lokasi lagi tawuran,” katanya.

Sementara itu, Ichan (48), orang tua korban saat ditemui di rumah duka menuturkan sebelum kejadian malam itu anaknya tersebut baru saja pulang dari bekerja di gudang JNE, yang tak jauh dari rumah.

Lalu sesampai di rumah, Indra pun hanya memarkirkan sepeda motornya.

“Pulang bekerja sekitar pukul 01.20 WIB, pulang ke rumah hanya memarkirkan sepeda motornya. Lalu saya tanya mau kemana nak, jawab dia mau nolong temannya dikeroyok,” ungkap ichan.

Mendengar jawaban anaknya, Ichan pun tidak ada perasaan yang buruk karena lokasi korban hendak menolong temannya tidak jauh dari rumah.

Namun betapa syoknya Ichan saat pihak RS Muhammadiyah mengabarkan bahwa anaknya sedang berada di IGD Muhamadiyah dalam keadaan meninggal dunia.

“Saya langsung mendatangi rumah sakit untuk melihatnya. Memang beberapa hari lalu, saya ada firasat tidak enak, Indra mengajak saya berfoto berdua, minta fotokan kakak perempuannya. Juga pernah mengajak saya untuk jalan-jalan keluar luar kota, namun saya jawab nanti ya nak. Mungkin inilah firasat tidak enak saya,” terangnya.

Terkait peristiwa yang menghilangkan nyawa anaknya, sebagai orang tua Ichan sudah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang dan Polsek Kertapati.

“Saya berharap para pelaku ditangkap dan di hukum sesuai dengan perbuatannya, karena mereka sudah menghilangkan nyawa anak saya,” tuturnya sedih. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts