Ngaku Putus Asa Cari Pekerjaan, Residivis Kasus Bobol Rumah di Palembang Ini Kembali Berulah

Tersangka Pajri saat diamankan di Mapolrestabes Palembang lantaran melakukan pembobolan rumah, Selasa (21/6/2022).

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Membobol rumah tampaknya menjadi pekerjaan tetap yang dilakoni Pajri (45), warga Ki Merogan, Kecamatan Kertapati Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Read More

Bagaimana tidak, tiga kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama yakni bobol rumah, Pajri seakan tak kapok kembali diringkus petugas dengan kasus yang sama juga.

Aksinya kali ini menimpa Ernawani (44), warga Jalan Ki Merogan, Lorong Keluarga, Kecamatan Kertapati Palembang.

Peristiwa pencurian yang menimpa Ernawani ini terjadi pada Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 02.30 WIB.

Dalam aksinya itu, Pajri berhasil menggondol laptop dan tiga buah handphone merk Vivo milik korban Ernawani.

Tersangka Pajri beraksi saat korban Ernawani sedang tertidur lelap. Namun ketika itu jendela tempat korban tinggal sedikit terbuka.

Nah, kesempatan itu ternyata dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya dengan menggondol  laptop dan ketiga handphone milik anak korban.

Melihat rumahnya sudah dibobol maling, Ernawani tanpa pikir panjang melaporkan peristiwa tersebut ke aparat kepolisian.

Tersangka Pajri saat diamankan di Mapolrestabes Palembang lantaran melakukan pembobolan rumah, Selasa (21/6/2022).

“Barang yang ada di tempat korban hilang seketika Ketika korban mengecek, korban baru mengetahui jika ponsel dan laptop milik anak korban sudah tidak ada lagi. Atas dasar itulah kita mengamankan pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palemban Kompol Tri Wahyudi, Selasa (21/6/2022).

Kasat mengungkapkan pelaku diamankan tak jauh dari Polrestabes Palembang saat nongkrong bersama rekannya pada Senin (20/6/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.

Dalam penangkapan itu, petugas terpaksa menghadiahi kaki kiri pelaku dengan timah panas lantaran saat hendak ditangkap melarikan diri.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti tiga handphone dan laptop milik korban.

Atas tindakkan tersebut pelaku dijerat Pasal 351 dengan ancaman kurungan penjara minimal lima tahun.

Sementara dari pengakuan pelaku jika aksinya ini merupakan aksi ke empatnya.

Pajri mengaku pada tahun 2016 dan 2017 pernah masuk penjara masing-masing satu tahun dengan kasus pembobolan rumah.

Tak hanya itu, pada 2019 dia juga pernah dihukum penjara selama dua tahun lantaran melakukan pencurian.

Pajri mengungkapkan jika terpaksa melakukan aksinya tersebut karena telah putus asa mencari pekerjaan, apalagi harus menghidupi ke empat anaknya yang masih kecil. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.