Palembang, Sumselupdate.com – Komisi VII (bidang agama dan pariwisata) DPRD Nanggoe Aceh Darusalam (NAD) belajar mengenai pariwisata di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Kedatangan komisi VII DPRD NAD ini di pimpin oleh Ketua Komisi VII DPRD NAD Ghufron Zainal Arifin MA, anggota Komisi VII Usman dan Isa Ansyari ST serta Reza Pahlevi Kepala Dinas Pariwisata Aceh.
Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban dan Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Kadisbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga di gedung DPRD Sumsel, Kamis (26/5).
Ketua Komisi VII DPRD NAD Ghufron Zainal Arifin MA mengatakan kedatangan mereka berkunjung ke Sumsel untuk mempelajari wisata di Sumsel.
Dia mengakui kalau sisi pariwisata harus dikedepankan terutama Aceh yang memiliki berbagai macam pariwisata yang bisa menambah kunjungan wisatawan asing dan lokal.
“Kita belajar ke Sumsel bagaimana pengelolaan pariwisata di Sumsel, kita mencoba membuat pariwisata Islami, kita harus mencocokkan pariwisata dan tidak boleh melanggar aturan yang ada dan berharap penegakan syariat Islam menjadi faktor pendorong pariwisata di Aceh, karena diluar itu apalagi hukuman cambuk di Aceh itu jadi isu internasional saya banyak di telepon NGO mempertanyakan hukuman cambuk, kita berusaha sampaikan kalau ini kebijakan pemerintah pemerintah dan rakyat Aceh dan tentunya kita berharap jangan sampai orang luar takut ke Aceh ,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Kadisbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga dalam kesempatan sesi tanya jawab mengungkapkan, “Sumsel punya gebrakan sehingga kami menonjol di antara provinsi lainnya. Dari tahun 2011 kami menjadi tuan rumah Sea Games. Kami juga pernah menjadi tuan rumah PUAC (rapat Negara-negara Islam di dunia).
Kami pernah menjadi tuan rumah Islamic Solidarity Games, Asian University Games, dan di tahun 2018 nanti Palembang menjadi tuan rumah Asian Games, gebrakan-gebrakan inilah yang membuat Sumsel menonjol daerah lain. Walaupun dari sisi APBD kami bukan tertinggi di Sumatera dan gebrakan ini memicu pembangunan infrastruktur maupun non fisik di Sumsel,” katanya.
Dari peninggalan dan destinasi di Palembang cukup di mana di Palembang ada 41 prasasti yang ditemukan yang berasal dari abad ke VII itu di Palembang, belum lagi di 17 kabupaten dan kota di Sumsel. (ery)











