Mualimin: Tak Terpenuhi Rasa Keadilan, Masyarakat Bisa Uji Publik Keputusan MA 

Ketua Advokasi KPU Ogan Ilir Mualimin

Laporan: Henny Primasari

Indralaya, Sumselupdate.com-Hingga saat ini KPUD Ogan Ilir (OI) belum menerima salinan hasil keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MA) terkait mengabulkan gugatan pemohon Paslon 2 Ilyas -Endang soal sengketa Pilkada setelah didiskualifikasi.

Bacaan Lainnya

Namun jika ada yang tak terpenuhi rasa keadilan atas putusan tersebut, masyarakat bisa melakukan uji publik ke MA. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Advokasi KPUD OI Mualimin, Jumat (30/10/2020).

Menurutnya, masyarakat OI dan berbagai pihak bersabar, karena sampai saat ini KPUD OI belum menerima salinan dari putusan MA, ditambah beberapa hari terakhir cuti bersama yang ditetapkan pemerintah

“Salinan memang belum kita terima dari MA, padahal kita lihat di website putusan sudah keluar dan sudah dibacakan pada 27 Oktober lalu. Seharusnya menurut peraturan MA Nomor 11 tahun 2016 putusan otomatis diterima oleh KPU namun sampai saat ini belum. Karena Pilkada prosesnya cepat, berbeda dengan sistem peradilan umum lainnya, termasuk putusan harus keluar dalam 14 hari,” jelasnya

Disinggung apa yang akan dilakukan KPUD OI ketika mendapatkan salinan putusan dari MA, Mualimin mengatakan, pihaknya akan membaca tuntas isi amar putusan dan melihatnya secara detail, mengenai pertimbangan majelis dalam memutuskan hal tersebut

“Ya nanti tergantung putusannya, pintunya cuma 2 pada UU Pemilukada Nomor 10 tahun 2016 Pasal 315a dan 154 tentang pelaksanaan putusan MA. Wewenang komisioner menindaklanjutinya, soal isi tindaklanjutnya ya terserah kewenangan komisioner. Memang keputusan MA sesuai perundang undangan yang berlaku, sifatnya final mengikat. Namun publik bisa menguji hasil keputusan kalau dianggap keputusan ini merasa tidak terpenuhi rasa ketidakadilan, maka masyarakat bisa melakukan inisitif uji publik dan bisa disampaikan ke MA,” jelasnya

Ia berharap agar masyarakat bersabar hingga kedepan KPUD OI menerima salinan amar putusan MA, agar KPUD OI bisa melakukan langkah selanjutnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.