Palembang, Sumselupdate.com – MTsN 1 Palembang memberikan pemahaman pentingnya etika jurnalistik pada siswa pada kegiatan MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) Rabu (19/7) di halaman MTsN 1 Palembang lokasi Jakabaring.
Etika jurnalistik disampaikan Waka Humas MTs N 1 Palembang Raden Muhammad Tohir, MPd, saat memberikan materi kehumasan. Dalam sesi Materi kehumasan Tohir banyak menyampaikan pentingnya peranan humas dalam lingkungan pendidikan salah satunya MTsN 1 Palembang.
Humas merupakan gerbang utama bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi penting tentang madrasah. Informasi yang disampaikan humas dapat bersifat intern yaitu khusus untuk guru dan pegawai, humas juga dapat memberikan informasi ekstern yaitu informasi pada masyarakat luas seperti kegiatan MATSAMA ini.
Papar Tohir di samping memberikan materi kehumasan Tohir juga menyinggung peran humas dalam dalam etika jurnalistik, seorang jurnalis harus memberikan data yang valid, tidak boleh mengada-ada dan dari sumber yang terpecaya.
Selanjutnya Tohir mengingatkan pada siswa yang aktif di sosial media berupa FB, WA, Line dan Instagram, agar berhati hati dalam membuat status, atau mengupload foto atau video, karena saat ini lagi marak orang terjerat masalah hukum karena kecerobohan menggunakan aplikasi sosial media. Undang-Undang ITE dapat menjerat siapa saja yang dengan sengaja menggunakan media elektronik untuk kepentingan yang tidak pada tempatnya.
Kepala MTsN 1 Palembang Budiman, ditemui di ruang kerjanya menjelaskan, untuk menghindari siswa menyalahgunakan media sosial, MTsN 1 Palembang melarang keras siswa membawa handphone yang ada aplikasi kamera, video dan musik.
Siswa hanya boleh membawa HP yang cukup untuk SMS dan nelpon saja. “Banyak sudah dampak negatif dari siswa yang membawa HP kamera. Untuk itu mereka dilarang membawa HP,” ujar Budiman.
Seluruh peserta Matsama tampak antusias menerima materi Kehumasan, serta baru mengetahui dampak buruk bila salah dalam menggunakan media sosial dalam pergaulan. Dari beberapa data yang di lihat di lapangan tidak semua siswa mempunyai akun media sosial, malah masih ada beberapa siswa yang belum punya handphone. (rilis)











