Mohon dengan Sangat, Jangan Berwisata ke Zona Merah Covid-19!

Ilustrasi Covid-19

Jakarta, Sumselupdate.com – Libur panjang yang akan dimulai 3 hari perlu dijalani ekstra ketat terutama dalam memilih lokasi yang aman agar terhindar dari Covid-19.

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, MSc mengimbau masyarakat yang hendak mengisi libur panjang pekan depan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Dalam talkshow “Imun Kuat Libur Panjang Aman” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, ia menegaskan agar masyarakat memiliki tempat wisata di zona aman, yakni zona hijau dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Tentukan tempat mana yang akan dituju dan pastikan lokasi wisata itu berada di zona hijau sehingga tidak terpapar Covid-19,” jelas Tri Yunis Miko Wahyono.

Tri menjelaskan pemilihan zona aman menjadi prioritas dalam menentukan lokasi berlibur dan hindari zona merah karena berisiko tinggi tertular Covid-19. Namun, jika terpaksa harus datang ke zona merah, perlu menggunakan protokol kesehatan ketat.

“Mau jalan ke mall atau kemanapun di zona merah itu berisiko. Makanya jangan lupa #pakaimasker, #jagajarak dan hindari kerumunan, #cucitangan pakai sabun,” ujarnya.

Pemimpin Yayasan Al Fachriyah Habieb Salim bin Jindan mengatakan seluruh agama mengajarkan kebersihan, tapi permasalahannya apakah manusia mau menerapkan kebersihan. Di tambah lagi, kabar bohong alias hoax yang beredar terkadang membuat gaduh masyarakat.

“Ini berbahaya. Mereka punya medsos sebarkan berita Covid-19 sebagai konspirasi untuk menghancurkan NKRI dengan hoax sehingga masyarakat takut,” ujar Habieb Salim Jindan.

Habieb Salim Jindan menyarankan seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah bersinergi memberikan edukasi yang baik sehingga bisa mensosialisasikan penanganan COVID-19 dengan baik. Ia juga menyinggung soal perayaan Hari Besar Islam Maulid Nabi di Jakarta yang bisa dihadiri banyak orang.

“Ini fungsi Satgas, Wali Kota, atau Gubernur untuk hadirkan tokoh agama. Jelaskan acara ini boleh diselenggarakan asalkan mengikuti protokol kesehatan,” kata Habieb Salim Jindan. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.