Palembang, Sumselupdate.com – Pelatih cabang olahraga aquatik nomor loncat indah Sumsel, Dr Meirizal Usra mengeluhkan padamnya listrik di Stadion Aguatik Jakabaring, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Karena itu anak asuhnya tidak berlatih secara maksimal lantaran ruang trampolin atau tempat latihan di darat gelap.
“Kami berusaha dengan menggunakan lampu emergency kecil. Sementara itu untuk latihan di luar atau kolam air tidak jernih. Berwarna hijau, sehingga atlet susah untuk menentukan entrynya,” kata dosen di Pasca Sarjana Unsri ini.
Sedangkan Loncat Indah Sumsel dituntut untuk meraih prestasi lebih pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX-2020 di Papua. Padahal loncat indah selama ini selalu menjadi andalan untuk meraih medali.
Pada PON di Jawa Barat (Jabar) dapat medali perak dan perunggu. Perak didapat dari nomor sinkro putra dan perunggu diperoleh dari sinkro putri.
Sedangkan pada PON Papua nanti berpotensi meraih medali emas dari nomor sinkro menara putra dan sinkro menara putri atau individual papan satu meter.
“Karena itulah bagaimana kita akan mempersiapkan diri dengan maksimal untuk meraih prestasi. Sedangkan kita memiliki target yang cukup menjanjikan. Sementara jam latihan sudah terpotong atau tidak mencukupi karena adanya lampu. Biasanya latihan dari jam 15.30-20.00 WIB. Sekarang jam 15.00-18.00 WIB,” tambah pria berdarah minang ini.
Sedangkan pra PON rencananya Juli digeser menjadi Agustus nanti. “Kita akan kirim 12 atlet (enam putra, enam putri),” tukas dia.
Meirizal berharap pada pihak terkait agar bisa segera mengatasi masalah listri yang sudah padam mengaliri venue di Jakabaring Sport City sekitar dua minggu lalu.
“Paling penting sebenarnya airnya yang keruh itu agar cepat diganti. Agar atlet-atlet kita bisa berlatih maksimal,” terang dia. (rel)











