Minyak Goreng Langkanya, Tujuh SMP di OKU Timur Praktek Olah dari Kelapa

Pemkab OKU Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan praktek pembuatan migor dengan menggunakan bahan kelapa.

Laporan: Rahmat Agusman

Martapura, sumselupdate.com – Dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait salah satu cara mengatasi kelangkaan Minyak Goreng (Migor) di Bumi Sebiduk Sehaluan. Pemkab OKU Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan praktek pembuatan migor dengan menggunakan bahan kelapa.

Read More

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, kegiatan praktek serentak ini dilakukan ditujuh sekolah SMP di OKU Timur yang dibuka langsung Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST, Rabu (23/2/2022).

Dalam sambutannya Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah ST mengatakan, praktek kewirausahaan ini selain untuk mengedukasi masyarakat juga sebagai salah satu alternatif ditengah langkanya Migor sawit dipasaran.

Lalu, kualitas minyak dari bahan kelapa ini juga tingkat kesehatannya lebih baik dari migor kelapa sawit.

“Saya sangat mendukung kegiatan edukasi ini, sebab manfaatnya sangat banyak. Harapan kita masyarakat juga bisa mencontoh langkah ini untuk alternatif ditengah langkanya migor sawit,” ucap Lanosin.

Bupati menerangkan, meskipun harga produksi migor kelapa ini lebih tinggi dari migor sawit, namun khasiat dari migor kelapa ini sangat bagus untuk kesehatan karena rendah kolesterol.

“Harapan kita kegiatan ini bisa lebih meningkatkan jiwa kewirausahaan anak didik dan masyarakat. Sehingga meningkatkan kesejahteraan dan peluang usaha baru kedepannya,” katanya.

Sementara, Kadisdikbud OKU Timur Wakimin SPd MM mengatakan, praktek kewirausahaan ini sebenarnya implementasi dari profil pelajar pancasila dari Program Sekolah Penggerak (PSP).

Dimana sekolah yang sudah menjadi sekolah penggerak wajib merealisasikan tujuh tema profil pelajar pancasila.

“Praktek pembuatan migor kelapa ini salah satu realisasi dari tujuh tema profil pelajar pancasila. Kemudian ini juga untuk edukasi masyarakat terkait langkanya migor saat ini,” ucap Wakimin.

Wskimin berharap, kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan. Mengingat didalam PSP siswa wajib didorong mengembangkan bakat melalui potensi anak didik itu sendiri,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.