Palembang, sumselupdate.com – Saat ini kita telah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadahan. Berkaca dari apa yang diperbuat Nabi Muhammad Saw, pada 10 hari terakhir ini beliau melakukan amaliah ibadah lebih serius dan lebih banyak dibanding hari-hari lainnya.
Keseriusan dan peningkatan ibadah tersebut tidak hanya pada satu jenis ibadah saja, tetapi meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul quran, dzikir, shadaqah, dan lainnya. Nabi juga membangunkan istri (keluarga) beliau untuk berjaga dan melakukan shalat, i’tikaf, dzikir, dan lainnya.
Hal ini dilakukan karena semangat besar Nabi Saw agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Terlebih, pada malam-malam 10 Terakhir Ramadhan sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Yakni, suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah Swt telah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS al-Qadr: 1-5)
Surat al-Qadr adalah surat ke-97, atau secara berurutan ditempatkan sesudah surat Iqro. Para ulama alquran menyatakan bahwa ia turun jauh sesudah turunnya surat Iqra, tetapi tersimpan rahasia di balik urutan tersebut sehingga antara kedua surat tadi (al-Qadr dan Iqra) ada keserasian-keserasian yang mengagumkan.
Jika dalam surat Iqra Nabi Saw diperintahkan untuk membaca alquran, maka pada surat sesudahnya (al-Qadr) dibicarakan tentang turunnya alquran dan kemuliaan malam yang terpilih sebagai malam nuzul alquran (turunnya alquran).
Seperti dilansir inilah.com., Senin (27/6), Syaikh al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Dalam surah yang mulia ini terdapat beberapa keistimewaan Lailatul Qadr sebagai berikut:
- Allah menurunkan pada malam tersebut kitab suci alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan kunci kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.
- Allah mengagungkannya dengan bentuk pertanyaan “Dan tahukah kamu, apa Lailatul Qadr itu?”
- Malam itu lebih baik daripada seribu bulan.
- Para malaikat turun pada malam tersebut dengan membawa kebaikan, rahmat dan barakah.
- Malam itu disebut “Salam” (Malam Kesejahteraan) karena banyak hamba Allah yang selamat dari siksaan disebabkan ketaatannya kepada Allah.
Allah menurunkan tentang keutamaan Lailatul Qadr dalam sebuah surah al-Quran yang akan dibaca sepanjang masa hingga kiamat tiba.” (Lihat “Majalis Syahri Ramadhan” hal. 253-253 cet. Maktabah Adhwa Salaf)
Kita tentu bisa menghitung dan membayangkan, seribu bulan itu kurang lebih sebanding dengan 83 (delapan puluh tiga) tahun, Padahal, umur manusia sangat jarang yang melebihi itu. Bahkan terkait ini, Nabi Saw telah bersabda, “Umur umatku antara enam puluh hingga tujuh puluh. Yang melebihi (umur) itu sangat sedikit sekali. (Hasan. Riwayat Tirmidzi 2/272, Ibnu Majah (4236) dan dihasankan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/240 dan al-Albani dalam as-Shahihah no. 757)
Subhaanallaah, betapa besar karunia Allah pada hamba-Nya yang lemah seperti terlihat pada lailatul qodar ini. Semoga kita tidak menyia-nyiakan kesempatan langka untuk berusaha berjumpa dengan malam lailatul qodar pada Ramadhan tahun ini. (shn)











