Mengenal Sosok Dian Marvita SH Kasi Datun Kejari Terbaik se-Sumsel

Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara, Dian Marvita SH (duduk).

Palembang, Sumselupdate.com – Sosok Dian Marvita SH, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejaksaan Negeri Palembang, mendapatkan penghargaan sebagai Kasi Datun terbaik se-Sumsel oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.

Baru-baru ini juga Kasi Datun bersama staf mendapatkan penghargaan dari Pemkot Palembang yang mana telah menyelamatkan keuangan negara.

Bacaan Lainnya

Dian Marvita, SH, yang dikenal ramah dan baik oleh para staf dan pegawai Kejari Palembang.

Saat disambangi Sumseluptade.com Pria kelahiran Palembang, 20 Maret 1975, dengan ramah menjelaskan tentang tugas dan tujuan dari seorang Jaksa Pengacara Negara.

Ia mengatakan, bahwasanya Jaksa Pengacara Negara sendiri tidak terlepas dari ketentuan tentang kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pasal 30 ayat (2) Undang – Undang No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

Yang di dalam menyatakan bahwa di bidang perdata dan tata usaha negara, kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah.

“Di Datun sendiri, perkara yang banyak dihadapi adalah perkara perdata atas badan atau pemerintah,” ujar Kasi Datun didampangi Silviani Margaretha SH dan Dyah Rahmawati SH, selasa (13/4/2021).

Dian yang ditemui menjelaskan setidaknya ada beberapa tugas dan tujuan dari Jaksa Pengacara Negara (JPN).

Di antaranya yaitu sebagai penegakan hukum. Di mana JPN memiliki kewenangan untuk mewakili negara berdasarkan undang-undang.

“Contohnya seperti membatalkan perkawinan dan membubarkan badan atau PT,” jelas Dian.

JPN juga bertugas untuk memberikan bantuan hukum, di mana dalam hal ini untuk mendampingi pemerintah dalam hal penanganan hukum perdata secara litigasi maupun non litigasi.

Untuk di persidangan, JPN mewakili pemerintah baik sebagai pihak penggugat ataupun pihak tergugat.

Selain itu JPN juga melakukan pendampingan hukum, pada instansi pemerintah, baik BUMN maupun BUMD pada perkara perdata.

“Sebagaimana diatur oleh undang-undang, JPM juga dapat memberikan pertimbangan hukum, di mana yang dimaksud yakni, pendampingan, pendapat, serta audit hukum,” jelas Dian Martiva, SH.

Tidak hanya itu, JPN juga memberikan pelayanan hukum pada masyarakat sebagai bentuk peranan JPN di masyarakat.

Di mana masyarakat dapat datang dan berkonsultasi, dan meminta pendapat-pendapat terkait perkara perdata.

“Sebagai bentuk sumbangsi kami pada masyarakat, masyarakat dapat berkonsultasi dan meminta pendapat terkait perkara perdata. Dan itu diberikan secara gratis,” jelas Dian.

Pria yang dikenal ramah oleh para staf dan karyawan di Kejaksaan Negeri Palembang ini, mengatakan setidaknya ada tiga tujuan dari Datun.

Yakni, menyelamatkan keuangan negara, memulihkan keuangan negara dan menjaga martabat dan kewibawaan negara.

Terjun di kejaksaan sejak tahun 1994, ayah 2 orang anak ini sudah mejabat hampir di seluruh bidang di kejaksaan.

“Pertama kali menjadi jaksa, saya ditempatkan di Sekayu. Saat itu saya masih sebagai pegawai biasa, disanalah karir saya dimulai,” ujar Dian dengan ramahnya.

Riwayat Pekerjaan :

Kasubsi Ekmon Kejari Prabumulih (seksi Intelijen) tahun 2003

Kasubsi Penuntutan (seksi Pidsus) Kejari Palembang, tahun 2006-2008

Kasi Pidum Kejari Banyuasin, tahun 2008-2010

Kasi Intelijen Kejari Majalengka- Jabar, tahun 2010-2012

Kasi Eksekusi & Eksaminasi (Pidsus) Kejati Babel, tahun 2012-2016

Kasi Perdata (Datun) Kejati Sumsel, tahun 2016-2018

Pemeriksa Keuangan Tehnis bid. Pengawasan Kejagung, Jakarta, tahun 2019-2020

Kasi Datun Kejari Palembang, tahun 2020 – sekarang

Tanda Jasa / prestasi :

Satya Lencana Karya Satya X tahun Presiden RI

Satya Lencana Karya Satya XX tahun Presiden RI

Menjabat sebagai Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Kejaksaan Negeri Palembang, Dian Marvita, SH, juga merupakan sosok suami dan ayah di keluarganya.

Menikah dengan seorang wanita bernama Nurul Huda SE, Dian dikarunia 2 orang anak yakni, M. Alief Putra Dimar (17 thn) dan Syafira Putri Ramadhani (14 thn).

Di akhir wawancaranya, Dian Marvita, SH, juga berpesan pada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 ini.

Dian juga memberikan pesan pada generasi mudah untuk rajin-rajin membaca, terlebih bagi yang memiliki cita-cita ingin menjadi jaksa.

“Kuncinya harus rajin-rajin belajar. Membaca buku merupakan awal kita mengetahui dunia. Jangan berputus asa dan sertakan doa,” pesan Dian. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.