Mengaku Bisa Obati Penyakit, Dukun Cabul Bawa kabur dan Perkosa Gadis

Rabu, 17 Mei 2017
Keluarga korban pencabulan saat melaporkan Rusdi ke Polresta Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Hati orangtua mana yang tak hancur mendengar anak gadisnya yang baru beranjak dewasa harus kehilangan keperawanannya setelah diperdayai oleh dukun cabul.

Pelaku yang bertindak durjana itu diduga Rusdi (38), warga Dusun Mekar Jaya yang mengaku bisa mengobati anaknya tersebut.

Read More

Peristiwa ini dialami oleh SH (37), warga Dusun III, Kecamatan Pemulutan Barat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Di mana anak gadisnya sebut saja Mawar (17) bukan nama sebenarnya harus dibawa kabur oleh dukun cabul yang mengaku bisa mengobati penyakit buah hatinya tersebut pada Mei 2016 silam.

Tak terima dengan hal tersebut ibu kandung korban mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Palembang untuk melaporkan kejadian yang telah dialami oleh anaknya tersebut, Rabu (17/5/2017).

Dari data yang didapat di hadapan petugas SPKT Polresta Palembang, peristiwa kelam yang dialami oleh anaknya tersebut terjadi pada Mei 2016 lalu, di jalan Kemas Rindo Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati Palembang.

Di mana anaknya pada saat itu sedang mengalami sakit yang cukup parah, dan Rusdi (terlapor –red) pun mengatakan kalau dirinya bisa mengobati penyakit yang diderita oleh anaknya.

“Anak saya ini memang sakit Pak, dan dia (Rusdi) mengatakan kalau dukun se-Sumsel ini tidak ada yang bisa mengobati penyakit anak dan hanya dirinyalah yang bisa mengobatinya,” katanya.

Karena panik akan kesalamatan anaknya, SH pun mempercayainya kepada terlapor untuk mengobati anaknya.

Namun bukannya diobati, Mawar pun dibawa kabur oleh terlapor, dan di sanalah terlapor melakukan hubungan layaknya suami istri kepada Mawar.

“Saya tidak tahu Pak, apa yang dilakukan oleh dia, dan anak saya yang bercerita kalau dirinya telah diajak oleh dia untuk berhubungan layaknya suami istri,” ujarnya.

Namun, pada Jumat (21/4) sekitar pukul 16.50, Mawar pun sempat menghilang dan membuat SH pun membuat laporan ke pihak kepolisian bahwa anaknya telah menghilang dari rumah.

“Anak saya tidak pulang–pulang ke rumah Pak, dan saya pun membuat laporan di sini (Polresta) kalau anak menghilang pada awal bulan Mei. Anak saya pulang diantar oleh saudara saya Herman,” ungkapnya.

Ia berharap, puhak polisi dapat menangkap pelaku yang telah merusak masa depan anaknya.

“Tangkap saja Pak, karena dia telah merusak masa depan anak saya dan hukum seberat–beratnya,”  ujarnya kesal.

Sementara itu, Mawar mengaku seperti terhipnotis dan menuruti apa saja yang dikatakan oleh terlapor.

“Saya tidak tahu Pak, saya menuruti apa yang dia katakan saja” singkatnya

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Yon Edi Winara melalui KA SPKT Ipda A Wahab membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan tersebut.

“Laporannya sudah kita terima, dan akan ditindak lanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” pungkasnya. (sbw)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts