Palembang, Sumselupdate.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof Dr H Muhammad Sirozi, MA, PhD mendeklarasikan bahwa civitas akademika menolak Ideologi Khilafah baik yang dibawa mahasiswa atau pun dosen.
“Kami, Rektor dan seluruh civitas akademika menolak virus idiologi khilafah ada di UIN. Karena ideologi ini bersifat ahistoris, ilegal, dan inkonstitusional serta membahayakan keutuhan NKRI,” ujarnya, Rabu (17/5/2017).
Menurutnya berdasarkan ingelegent yang disebar oleh rektorat, UIN belum mendapati adanya mahasiswa yang masuk dalam barisan idiologi khilafah ini dari total 19.000 an mahasiswa yang menempuh pendidikan.
Disinggung mengenai apakah dosen sebagai salah satu SDM juga turut mengikuti paham ini, Rektor UIN tersebut membantah bahwa sejauh ini belum ada baik mahasiswa maupun dosen ikut gerakan ini.
“Kalau pun ada kita akan ambil langkah tabayun (klarifikasi –red) dulu baru kemudian langkah penindakan. Tapi berdasarkan ingelegent kita baik mahasiswa maupun dosen belum ada yang berafiliasi kesana,” terangnya.
Berangkat dari hal tersebut, Rektor UIN Raden Fatah akan lebih intens dalam berkordinasi dengan seluruh unsur civitas akademika.
Pasalnya, mudahnya pola pikir mahasiswa yang disusupi idiologi baru membuat pihak Rektorat tak memginginkan hal tersebut.
“Mereka kan datang dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada dari SMK, SMA dan ada juga dari pesantren, kita ingin mahasiswa agar tidak ikut dalam idiologi itu,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua Dema UIN Raden Fatah Palembang Agus Suherman Tanjung menyatakan bahwa secara kelembagaan ideologi khilafah memang tak ada di kampusnya.
“Tapi secara oknum banyak. Kita juga sudah berkordinasi kepada seluruh Dema mahasiswa agar menolak ini,” jelasnya. (sbw)











