Mendadak Pendiam dan Linglung, Amy Destiana Dibawa Berobat ke Ponpes yang Ada di Gelumbang

Selasa, 14 Juli 2020
Kedua orangtua Amy Destiana, Edi Juarsah dan istrinya Desi Natalia.

Laporan Syahrial Hadi

Muaraenim, Sumselupdate.com – Setelah kembali ke rumah dalam kondisi selamat, Amy Destiana (22) seorang janda anak satu yang tinggal di Dusun I, RT 3, RW 01, Desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), belum sama sekali berbicara mengenai kenapa sampai ke Cianjur, Jawa Barat.

Read More

Amy Destiana diam seribu bahasa dan seolah linglung saat diajak berbicara oleh kedua orangtuanya Edi Juarsah (44) dan istrinya Desi Natalia (42) maupun dari pihak keluarga, apalagi tetangga.

Ibu dari Khanaya Mikaila berusia 1,5 tahun ini hanya bungkam dan tak ada satu kata patah pun yang keluar dari mulut Amy. Dia hanya terdiam dan mengurung diri dalam kamar.

Atas kondisi anaknya yang seperti orang lupa dan linglung, membuat gusar kedua orangtuanya.

Pantauan Sumselupdate.com siang ini, Amy Destiana dibawa kedua orangtuanya ke salah satu pondok pesantren yang ada di Kecamatan Gelumbang, Muaraenim.

Rumah Amy Destiana yang berada di Dusun I, RT 3, RW 01, Desa Suka Menang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumsel, ramai dikunjungi warga.

 

Ibunda korban, Desi Natalia mengaku, akan berusaha mengembalikan kondisi kesehatan anaknya Amy Destiana seperti sediakala.

Desi mengatakan, membawa buah hatinya itu ke salah satu pondok pesantren di Kecamatan Gelumbang, Muaraenim untuk dilakukan rukiyah.

Sebagaimana diberitakan, setelah satu pekan menghilang dan tak ada kabar berita, Amy Destiana, akhirnya berhasil ditemukan.

Amy Destiana kembali ke rumahnya setelah pagi tadi, Selasa (14/7/2020), sekitar pukul 07.00 WIB, dijemput kedua orangtuanya Edi Juarsah (44) dan istrinya Desi Natalia (42) di rest area Jalan Tol Palembang-Lampung Km 234.

Ibunda korban Desi Natalia mengatakan, keberadaan anaknya diketahui kemarin, Senin, 13 Juli 2020, di mana anaknya mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp bahwa dirinya berada di Cianjur, Provinsi Jawa Barat dan  meminta uang untuk ongkos pulang.

Usai mendapat kabar baik itu, Desi mengaku, pihaknya  segera menghubungi keluarga di sana yang merupakan anggota TNI untuk menjemput Amy Destiana.

Namun karena keluarganya itu tidak bisa pergi jauh lantaran masih tugas, sehingga Amy Destiana dinaikkan ke dalam bus Giri Indah dan dikasih nomor telepon genggam sopir bus yang membawa korban ke rumah.

Setelah sopir bus ditelepon, disepakati pagi tadi Amy Destiana dijemput di rest Area Tol Palembang-Lampung Km 234.

“Alhamdulillah, hari ini sekitar pukul 07.00 Amy sudah kita jemput di rest area tol KM 234, dan sekarang sudah di rumah,” kata Desi.

Setelah mendapat kabar bahwa Amy Destiana sudah pulang, masyarakat Desa Sukamenang berduyun-duyun melihat keadaannya di rumah.

Namun sayang, saat diajak berbicara, Amr Destiana masih bungkam dan seolah linglung. Tak ada satu kata patah pun yang keluar dari mulut Amy. Dia hanya terdiam dan mengurung diri dalam kamar.

 

 

Amy Destiana. yang tak pulang hampir satu pekan.

 

Sebagaimana diketahui, pasangan Edi Juarsah dan istrinya Desi Natalia kehilangan kontak dengan anaknya bernama Amy Destiana sudah satu pekan.

Kasus hilangnya Amy Destiana ini terungkap setelah pasutri itu melaporkan ke petugas Polsek Gelumbang, Sabtu (11/7/2020).

Usai melapor, Edi Juarsah kepada Sumselupdate.com mengatakan, anaknya telah menghilang sejak hari Senin, 6 Juli 2020, sekitar pukul 05.30 WIB.

Menurut Edy, anaknya itu pamit mau ke Pengadilan Agama Kabupaten Muaraenim. Tujuannya untuk mengambil akta cerai.

Namun yang membuat gelisah Edy, sampai hari ini keberadaan anak perempuannya itu tiada kabar berita. Sedangkan telepon genggamnya dalam kondisi tidak aktif.

Edi menuturkan saat pergi Amy mengenakan baju tunik warna kuning, celana dasar warna putih, memakai jilbab warna biru dongker, tas kecil warna hitam,

“Saat berpamitan mau pergi ke kantor Pengadilan Agama Kabupaten Muaraenim, anak saya ini diantar oleh ibunya ke pinggir jalan raya yang berjarak lebih kurang 600 meter menggunakan sepeda motor. Setelah sampai di pinggir jalan, Amy menunggu mobil travel jurusan Kabupaten Muaraenim. Tapi sebelum Amy pergi ibunya langsung pulang, jadi tidak tahu Amy pergi naik apa dan ke arah mana,” kata Edi Juarsah dengan nada lirih.

Ditambahkan Edi, pihaknya sudah mencari ke mana-mana namun tiada yang tahu dan belum menemukan titik terang di mana keberadaan anak gadisnya itu.

“Pernah kita tanya ke kantor Pengadilan Agama Kabupaten Muaraenim, mereka bilang bahwa sampai sekarang akta cerai milik Amy belum diambil,” ujarnya lagi. (**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts