Melintas Menggunakan Kendaraan Bermuatan 9 Ton, PT Elap Dinilai Sebagai Penyumbang Terbesar Kerusakan Jalan

Rabu, 19 Juli 2017
Salah satu bagian jalan yang mengalami kerusakan.

Tebing Tinggi, Sumselupdate.com – Tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Empat Lawang geram terhadap PT Elap yang berada di jalan poros Kecamatan Pendopo.

Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan sawit itu dinilai sebagai salah satu penyebab utama kerusakan Jalan Noerdin Pandji atau jalan poros milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang.

Read More

“Kendaraan PT Elap ini tiap hari melalui jalan poros. Muatan mereka bisa mencapai 9-10 ton per mobil. Padahal, kalau tidak salah jalan poros itu bisa dilalui kendaraan maksimal bermuatan 4-5 ton,” ujar Asmawi, salah seorang anggota dewan yang mengikuti reses DPRD Empat Lawang Dapil III di Kecamatan Pendopo, Rabu (19/7/2017).

Ketua Fraksi Partai Demokrat ini bersama enam anggota DPRD Empat Lawang Dapil III lainnya akan meminta Bupati Empat Lawang menutup akses jalan bagi kendaraan PT Elap melalui jalan poros tersebut.

“Kelakuan PT Elap yang merusak jalan kita ini akan terus kami usut dan Akan disampaikan dalam pandangan fraksi. Bila perlu kami minta bupati menutup izin atau tidak memperbolehkan kendaraan PT Elap melalui jalan poros. Jalan kita rusak, masyarakat yang repot. Mereka kan ada jalan sendiri, lewat saja di sana,” ungkapnya kesal.

Senada dengan itu, anggota DPRD lainnya, Mehmed Reza mendesak agar PT ELAP sadar diri dan bisa berkontribusi untuk memperbaiki jalan poros khususnya di kawasan pendopo.

“Kami minta pemerintah merespon cepat, jangan sampai jalan poros yang dibangun dengan dana miliaran rupiah setiap tahun dirusak oleh kendaraan pengangkut buah sawit milik perusahaan,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika PT ELAP tidak ingin berkontribusi dalam perbaikan jalan, maka silakan perusahaan sawit itu menggunakan jalan mereka sendiri. “Silakan pakai jalan sendiri, kalau masih ingin menggunakan jalan poros, maka konsekuensinya harus mau membantu perbaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Senior Manager PT Elap, Sanawi mengakui bahwa mobil operasional angkutan mereka bermuatan 9 ton. Namun, pihaknya tidak mengetahui kalau jalan poros itu maksimal muatannya hanya 4-5 ton.

“Kami selama ini tidak tahu, kami selalu mengirim hasil panen ini ke Bengkulu. Kita belum bisa kelola sendiri soalnya,” kata dia singkat.

Ia menambahkan, perusahaan yang dipimpinnya itu masih tekor sehingga tidak memungkinkan untuk mengangkut hasil panen kurang dari delapan atau sembilan ton. (kms)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts