Majelis Hakim Berang, Terdakwa Kasus Narkoba Ketahuan Merokok Saat Sidang

Sidang kasus Narkotika yang digelar secara virtual.

Palembang, Sumselupdate.com – Saat sidang berlangsung terdakwa Hendri Bin Baharudin, kasus narkotika, ketahuan merokok dan minum saat sidang digelar secara virtual oleh Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (8/4/2021).  Sontak perbuatan terdakwa membuat hakim menjadi berang

“Kepada seluruh petugas terkait, lain kali bila zoom sudah dimulai, tolong ditegur jangan sampai ada yang merokok seperti itu. Apalagi makan dan minum,” tegas Ketua Majelis Hakim, Touch Simanjuntak saat memberikan teguran kepada petugas terkait yang menahan terdakwa Hendri.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan layar zoom di ruang sidang, terdakwa Hendri terlihat dengan santainya menghisap sebatang rokok sembari menikmati minuman, diduga susu saat menunggu gilirannya menjalani proses persidangan.

Terdakwa nampaknya tidak menyadari bila kamera zoom yang berada dihadapannya sudah dalam keadaan menyala. Melihat hal tersebut, hakim menjadi geleng-geleng kepala.

Itulah mengapa saat giliran sidangnya tiba, hakim langsung memberi teguran tegas kepadanya.

“Jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi,” tegas hakim.

Mendengar teguran itu, terdakwa nampak terkejut dan langsung menyampaikan permohonan maaf kepada majelis hakim.

“Maaf sekali pak hakim, perbuatan saya salah,” ujar terdakwa seraya menundukkan kepalanya.

Sementara itu dihimpun dari situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, terdakwa Hendri Bin Baharudin, ditangkap oleh petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan (undercover buy), Jumat (25/12/2020).

Petugas mendapat informasi bahwa di wilayah Pulo Gadung, Kecamatan Sukarami Palembang, ada seseorang laki-laki yang bernama Hendri sering melakukan transaksi narkotika jenis shabu. Mendapat laporan itu petugas dengan cepat menyelidiki lokasi tersebut.

Kemudian dua orang petugas yang melakukan penyamaran, berpura-pura hendak membeli sabu kepada terdakwa Hendri dan menyerahkan uang sebesar Rp100.000 kepadanya.

Tak lama kemudian, terdakwa kembali menemui dua petugas yang menyamar itu dengan membawa sebungkus plastik bening berisi shabu.

Atas bukti tersebut, petugas lantas segera membekuknya. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan uang sebesar Rp280.000 di kantung celana terdakwa. Berdasarkan pengakuannya, uang itu adalah hasil keuntungan penjualan sabu yang sudah ia lakukan.

Selanjutnya, terdakwa beserta barang bukti di amankan ke Polrestabes Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.