Mahfuz Sidik Minta Capres Utamakan Kepentingan Publik

Kamis, 3 Agustus 2023

Jakarta, Sumselupdate.com- Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menilai Pemilu 2024 adalah pemilu transisi yang sangat penting bagi kita semua. Pengalaman pahit terjadinya pembelahan yang begitu luas pada 2019 diharapkan tidak terjadi lagi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik saat memberikan pengantar diskusi Gelora Talks bertajuk Menakar Format Koalisi Capres pada Pemilu 2024, Rabu (2/8/2028).

Read More

“Saya kira kita semua telah sepakat, Pemilu 2024 adalah pemilu transisi yang sangat penting bagi kita,” kata Mahfuz dalam diskusi yang dihadiri Ketua Bapilu Partai Nasdem Effendi Choirie (Gus Choi), Sekjen PPP Arwani Thomafi dan Sekjen PBB Afriansyah Noor.

Menurut Mahfuz, bangsa Indonesia pernah memiliki pengalaman pahit pada Pemilu 2019, dimana terjadi pembelahan politik yang begitu luas dan dalam.
Sampai setiap hari kita harus disisipkan dengan kosakata cebong dan kampret.

Menurut Mahfuz, ada satu modal yang sudah kita dapatkan hari-hari ini, yakni partai-partai Islam telah terdistribusi di tiga formasi koalisi calon presiden (capres).

“Walaupun di partai kita banyak kejutan sampai akhir, tapi mudah-mudahan tidak sampai menjauhkan dari proses pemilu yang damai dan harmonis,” ujarnya.
Sekjen Partai Gelora ini berharap kepentingan masyarakat secara umum tetap diutamakan, dimanapun posisi politiknya. Sebab, semua pihak akan memiliki titik-titik persamaan demi kepentingan publik lebih besar.

“Saya kira ini, satu hal yang ingin saya highlight terus. Tetapi saya mau mengingatkan, bagaimana agar Pileg tidak tereliminasi oleh isu Pilpres. Jangan sampai capres kita sukses, tapi target kita di Pileg berantakan, karena perhatian masyarakat begitu dominan dengan isu Pilpres,” katanya.

Partai Gelora, lanjut Mahfuz, sejak awal sudah meminta agar pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) dipisahkan.

Namun, ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) dan diputuskan pelaksanaan Pileg dan Pilpres tetap berlangsung serentak pada Pemilu 2024.”Jadi memang soal Pileg dan Pilpres ini perlu mendapatkan perhatian. Kami setahun lalu, meminta untuk meninjau kembali keputusan tentang penyelenggaraan Pileg dan Pilpres secara bersamaan. Dan mudah-mudahan ini bisa jadi agenda bersama nanti,” harap Mahfuz.

Dikatakan, pelaksanaan Pileg dan Pilpres secara bersamaan tidak menciptakan efisiensi, malahan sebaliknya. Pelaksanaan Pemilu justru kurang mendapatkan atensi dari pemilih.
Karena kuatnya perhatian ke Pilpres dibandingkan ke Pileg, menyebabkan terjadi pembelahan di akar rumput. Bahkan sudah 5 tahun berlalu, elitenya sudah terkonsolidasi, tapi sisa-sisa pembelahan di masyarakat belum tuntas.

“Tapi mudah-mudahan pembelahan politik yang terjadi di 2019 ini tidak terjadi. Jika itu terjadi lagi, ongkos terbesar itu ditanggung masyarakat,”tutur Mahfuz.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nasdem Effendi Choirie berharap semua pihak tidak saling mencari kelemahan atau saling memfitnah.

Sebab, dari ketiga capres baik Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo ataupun Anies Baswedan, sama-sama putra terbaik bangsa.”NasDem sudah sepakat, Pak Surya Paloh mendoktrin kami, Prabowo oke, Ganjar oke, semua kader bangsa. Anies juga oke. Mari kita tawarkan gerakan perubahan untuk Indonesia ke depan,” kata Gus Choi.

Dengan demokrasi yang bertanggungjawab, diharapkan kualitas demokrasi Indonesia semakin berkualitas. Gus Choi menyerahkan semua pilihan ke publik untuk memilih siapapun, kandidat yang dianggap terbaik untuk 5 tahun akan datang
“Mari kita tawarkan gagasan. Mari kita tampilkan kelebihan masing-masing, bukan saling memfitnah atau saling mencari kelemahan dan kekurangan masing-masing. Kita serahkan kepada rakyat, terserah mau pilih siapa. Siapapun yang terpilih, Insya Allah untuk Indonesia 5 tahun,” katanya.

Dia berharap agar politik di Indonesia mengedepankan pertarungan gagasan atau ide ketimbang membuat framing tidak benar kepada salah satu kandidat, yang hanya menimbulkan fitnah.
“Karena itu ke depan yang kita inginkan, harapan kita, harapan dari sebuah pergerakan politik, pertarungan politik itu bukan memberi cap yang buruk tapi bagaimana gagasan, bagaimana kita bertarung, bukan saling mencari cap yang buruk, saling mencari kelemahan tapi gagasan. Itu yang kita tawarkan,” kata Gus Choi.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi meminta semua pihak bisa memberikan teladan kepada publik, termasuk memperlihatkan ke dunia internasional mengenai kualitas demokrasi Indonesia.”Ayo sama-sama kita memberikan teladan kepada semua termasuk memperlihatkan ke dunia internasional, Indonesia bisa mempraktekkan demokrasi yang indah, demokrasi yang riang gembira,” kata Arwani.(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts